kumparan
4 Jun 2018 8:45 WIB

Tangkapan Ikan Nelayan Pasuruan Meningkat pada Triwulan Pertama 2018

Tangkapan ikan para nelayan di Kabupaten Pasuruan mencapai 4.769,5 ton atau sekitar Rp 83,276 miliar hingga triwulan pertama 2018. Jumlah tersebut cenderung meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 4.671,5 ton.
ADVERTISEMENT
Dalam triwulan pertama itu pun jumlahnya meningkat setiap bulan.
“Dari 4.769,5 ton, tangkapan tertinggi terjadi di bulan Maret hingga mencapai 1.961,3 ton. Sedangkan di bulan Januari hanya 1.687,6 ton dan Februari mencapai 1.120,6 ton,” kata Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alamsyah Suprijadi, Senin (4/6).
"Ini adalah hasil tangkapan yang sangat menggembirakan." Alamsyah mengatakan, peningkatan hasil tangkapan ikan itu bergantung pada musim, selain pada kebijakan pemerintah. Ia menyebut bahwa bulan Maret merupakan masuk musim ikan, maka tangkapan lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya.
“Tangkapan terbanyak jenis rajungan, teri, dan cumi. Dan semoga peningkatan hasil tangkapan ikan ini akan terus berlangsung sehingga bisa meningkatkan ekonomi nelayan di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa kebijakan pemerintah melarang alat tangkap yang tidak ramah lingkungan berdampak pada peningkatan hasil tangkapan ikan laut. Dengan alat tangkap yang ramah lingkungan, para nelayan hanya mengambil ikan-ikan dewasa bukan ikan-ikan kecil.
ADVERTISEMENT
”Nelayan di Kabupaten Pasuruan mayoritas adalah nelayan tradisional yang melaut di area perairan luar. Saat ini, karena kapal besar sudah beralih ke alat tangkap ramah lingkungan, maka nelayan-nelayan yang di pesisir merasakan dampaknya. Tangkapan ikan jadi lebih banyak tahun ini,” kata Alamsyah.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan