kumparan
23 September 2019 10:01

Gagal Merudapaksa,Pemuda di Probolinggo Ayunkan Sabit ke Seorang Nenek

Pemuda di Paiton, Kabupaten Probolinggo nekat sabetkan arit ke Seorang nenek. Sabetan arit ia arahkan, lantaran sang nenek meronta saat hendak dirudapaksa.
ADVERTISEMENT
Peristiwa dialami Asiati (61), asal Desa Pandean, Kecamatan Paiton, sekira pukul 06.00 WIB, Minggu (22/9/2019).
Saat itu, korban menyabit rumput gajah yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Tak lama kemudian datanglah Buhaidi, yang tak lain tetangga nenek Asiati.
Kanitreskrim Polsek Paiton. IPTU Ade Maman, menuturkan pelaku kemudian mendekat ke arah korban. Entah bagaimana, Buhaidi kemudian mencoba merudapaksa hingga si nenek melakukan perlawanan.
Tapi, Buhaidi malah kalap. Sabit yang sebelumnya dipegang Asiati, direbut dan digunakan melukai nenek yang hendak dirudapaksa itu.
Beruntung peristiwa menakutkan itu, diketahui warga sekitar. Asiati kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
“Sabit untuk memotong rumput dirampas dan dibacokkan. Kami juga masih mau menyelidiki, apakah pelaku di bawah kendali obat-obatan atau minuman alkohol,” kata Ade.
ADVERTISEMENT
Polisi sampai saat ini belum bisa meminta keterangan dari pelaku. Kondisi pemuda itu disebutkan, masih belum stabil, seperti tak miliki kendali kesadaran.
“Bahkan di sel saja sempat mengamuk dan kencing sembarangan,” imbuh Ade.
Sedikitnya ada 5 luka akibat sabetan sabit tersebut. Luka itu sebanyak 3 sabetan di punggung dan 2 di kepala. Selain luka-luka, Asiati juga alami patah tulang pada tangan sebelah kiri.
“Yang paling parah di kepala sampai harus dijahit. Tangannya patah gak tau diapain oleh dia (pelaku, red). Anjuran dari Rumah Sakit Rizani Paiton harus dioperasi, tapi keluarga menolak,” tutur Nora Andawiyah (22), cucu korban.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan