• 0

PUBLISHER STORY

Hadiri Panggilan Kejari, Bintaos Bergaya Bali

Hadiri Panggilan Kejari, Bintaos Bergaya Bali


Nur Slamet alias Bintaos, memenuhi undangan Bakorpakem dan MUI di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/7/2018). Berbeda dengan kebanyakan warga Probolinggo, Bintaos datang dengan berbusana mirip orang Bali.
Dengan memakai jarit cokelat dan batik berwarna merah maron, Bintaos mendatangi Kantor Kejari Kabupaten Probolinggo di jalan panglima Sudirman, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Sekuntum bunga cempaka putih diselipkan di telinga kiri. Di telinga kanannya ada sebuah anting emas.
Sambil berjalan, sesekali pemilik makam raksasa ini, memasukkan tembakau susur ke mulutnya.
“Ya saya kan diundang ke sini. Katanya ada rapat Bakorpakem dengan saya disini,” kata Bintaos ketika memasuki gedung Kejari.

Ia mengaku bersedia memenuhi undangan Bakorpakem karena tetap ingin menjalin silaturrahim dengan para ulama dan umara'.
“Ini kan juga karena makam persiapan saya diviralkan wartawan dan di media sosial,” ujarnya sebelum masuk ke ruang pertemuan.
Dalam pertemuan yang membahas keberadaan batu nisan raksasa itu, selain Bintaos, juga dihadiri Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis. Juga ada dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Polres Probolinggo, Kodim Probolinggo dan budayawan.
“Kami mencari titik temu agar persoalan makam raksasa itu tak membuat resah warga. Lebih cepat ditangani akan lebih baik,” ujar Nadda Lubis, selaku ketua Bakorpakem Kabupaten Probolinggo.

BaliViralMediaMedia SosialProbolinggo

presentation
500

Baca Lainnya