kumparan
KONTEN PUBLISHER
1 Juni 2018 7:18

Mantan Terpidana Terorisme Ditangkap Densus 88 di Probolinggo

Densus 88 Antiteror kembali melakukan penangkapan terhadap pria yang diduga teroris pada Kamis (31/5) malam. Kali ini yang ditangkap adalah Isnaeni Romdhoni alias Doni (35 tahun), warga Jalan Sunan Giri RT 5/RW 5, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Ia merupakan mantan terpidana terorisme.
ADVERTISEMENT
Sekitar pukul 19.00, WIB, tim Densus 88, dengan dibantu Polresta Probolinggo mendatangi rumah terduga teroris. Penangkapan mantan terpidana kasus terorisme itu berlangsung dramatis. Warga sekitar sempat mendengar ada beberapa kali suara tembakan.
“Saya dengar suara seperti tembakan sebanyak tiga kali. Terus, saya juga dengar suara ibunya berteriak dari dalam rumahnya,” ujar Mustaqim (34).
Mustaqim yang rumahnya persis di belakang rumah Doni, mengira suara itu berasal dari mercon. Namun, tak berapa lama ia mendengar ada suara seperti orang berlari lebih dari satu orang. Bahkan suara itu semakin banyak dan seperti ada yang ditangkap. “Di depan rumah ada orang yang diseret. Namun tidak jelas siapa yang ditangkap, karena saya tidak boleh keluar rumah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Setelah penangkapan, petugas langsung memasang garis polisi dan sterilisasi di rumah tersebut. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun, penangkapan itu dibenarkan oleh Bambang, sekretaris RT setempat. “Ada dua orang yang dibawa petugas. Salah satunya saya tidak tahu. Petugas datang saat salat tarawih. Di rumahnya sendiri ada empat orang,” jelasnya.
Isnaeni Romdhoni bersama rekannya, Abdul Majid, pernah ditangkap Densus 88 di Jalan Raya Kedung Cowek, Kenjeran, Surabaya, pada 20 Januari 2014 karena kasus terorisme. Ia ditangkap lantaran meracik bom pipa di rumah kontrakannya jalan Panglima Sudirman, Gang Sukun, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. Bom itu rencananya akan diledakkan di Surabaya.
Atas perbuatannya itu, Doni divonis 6 tahun penjara. Namun, hanya menjalani proses penahanan 4 tahun, 2 bulan.
ADVERTISEMENT
Ia bebas bersyarat pada 9 Maret 2018 lalu dari lembaga Pemasyarakatan khusus kelas II B Sentol Bogor, berdasarkan SK Menkumham RI Nomor M.HH-15-PK.01.04.05 Tahun 2018 tentang pembebasan bersyarat sesuai dengan pasal 34 A ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012.
Ia juga sempat ditahan di Rutan Mako Brimob sekitar 20 bulan sebelum bebas. Doni, juga merupakan adik dari Irvan Suhardianto, terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di Perumahan Sumber Taman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. 
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan