kumparan
10 Des 2018 13:58 WIB

Misteri Awan Topi Semeru, Ada Apa?

Puncak Semeru "bercaping". Foto : Facebook Lumajangsatu.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang tampak diselimuti awan putih seperti bertopi, Senin (10/12/2018). Warga pun heboh dengan fenomena tersebut.
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah foto yang di upload oleh akun facebook Fifi Alaida, Nampak ada sebuah awan putih yang berada pada puncak semeru. Awan tersebut berbentuk seperti topi petani atau caping, yang Nampak indah saat diabadikan.
“Gunung Semeru nok kupluk e lur. Lokasi Pasrujambe. Lek teko lokasie samian yaopo lur? (Gunung Semeru bertopi. Lokasi (pengambilan gambar, red) Pasrujambe. Kalau dari tempat anda bagaimana?,” tulis Fifi.
Postingan ini pun mendapat komentar beragam dari ratusan warga net. Beberapa warga di lokasi berbeda yang juga berhasil membidik momen yang sama, bahkan turut mencantumkan gambar.
“Subhanallah, aneh bin nyata,” tulis akun facebook Ayundha Wahyu.
Fenomena ini sebenarnya cukup lazim dikalangan pendaki ataupun pecinta gunung. Peristiwa serupa baru-baru ini pernah terjadi di Gunung Sumbing, Semarang.
ADVERTISEMENT
Dikalangan pendaki, caping yang berada tepat di atas gunung Semeru ini dikenal dengan nama awan Lenticular. Awan tersebut terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan yang akhirnya menimbulkan pusaran.
Meski terlihat indah, namun fenomena alam ini sangat ditakuti, bahkan dihindari oleh pilot pesawat hingga para pendaki. Jika di dunia penerbangan awan ini bisa menyebabkan turbulensi, namun dikalangan pendaki, awan ini membuat jarak pandang pendek karena tebalnya kabut, hingga udara menjadi lebih dingin dan bisa mendapatkan gangguan pernapasan. Beberapa sumber menyebut jika awan ini menyelimuti, pertanda dipuncak sedang terjadi badai.
Selain pernah terjadi di Gunung Sumbing Semarang, Fenomena ini juga pernah terjadi di Gunung Agung Bali, hingga Gunung Fuji Jepang. Caping Gunung ini bisa bertahan hingga beberapa hari ke depan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan