Pencarian populer

Panwaslu Probolinggo Larang Paslon Bagikan Zakat

Panwalsu Kabupaten Probolinggo mengeluarkan larangan membagikan zakat atau infak khusus bagi paslon maupun tim paslon untuk kepentingan politik.

Menurut anggota Panwaslu setempat, Fathul Qorib, pihaknya memang mengeluarkan larangan bagi paslon dan tim pemenangan untuk memberikan zakat atau infak di bulan suci Ramadan ini. Sebab, pemberian itu sangat jelas bermuatan kepentingan praktis dalam politik pilkada, baik untuk pilbup Probolinggo maupun pilgub.

“Kegiatan semacam itu masuk dalam pelanggaran money politic,” ujar Qorib, Senin (4/6).

Ia tidak memungkiri, pembagian zakat, sedekah, dan infak merupakan sebuah amaliah bagi umat muslim. Apalagi di bulan suci Ramadan merupakan momentum pas bagi umat Islam berbuat kebajikan dan mendapatkan pahala lebih banyak. Karena hal itu sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama Islam.

Yang dilarang oleh Panwaslu sesuai Undang-undang Pilkada adalah jika kegiatan itu dibarengi dengan stiker, gambar atau ucapan yang mengajak untuk memilih salah satu paslon. “Kalau paslon dan timnya mau memberikan alat dan indahnya silahkan saja. Tapi jangan ada simbol atau atribut politik,” ujarnya.

Agar tidak ada pelanggran, Panwaslu akan memaksimalkan Panwascam untuk memantau penyaluran zakat oleh paslon.

“Jika melanggar paslon akan menerima hukuman berat, karena hal tersebut masuk money politic. Bisa didiskualifikasi keikutsertaannya dalam pilkada,” ungkap pria yang menangani Divisi Hukum Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Panwaslu Kabupaten Probolinggo ini.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: