Kumplus- Opini Wasisto Jati
20 Juli 2021 15:30
·
waktu baca 2 menit

Mengapa Akademisi Menjadi Endorser Politik?

Kemunculan label pengamat atau pakar kepada akademisi yang tampil di media massa bukanlah fenomena baru. Akademisi biasa diundang sebagai narasumber media dan diminta untuk menjelaskan suatu permasalahan dari sudut pandang bidang akademiknya kepada publik.
Kehadiran akademisi adalah “pemanis”, agar konten informasi yang media siarkan ke publik itu sah secara akademis dan bukan hanya sensasi. Dari situ, simbiosis mutualisme terjadi tempat media butuh pandangan intelektual sementara akademisi butuh panggung untuk memaparkan temuan riset mereka.
Hubungan yang saling menguntungkan tersebut bisa saja bagus. Namun demikian, hubungan yang sama juga menyingkap tabir mengenai kehidupan akademisi di Indonesia. Permasalahan utama adalah rendahnya gaji para akademisi yang tidak sebanding dengan beban kerja dosen (BKD).
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu