kumparan
1 Des 2017 13:58 WIB

Menengok Bantuan Menteri Susi Setahun Lalu, Buat Nelayan Lebak

Kapal bantuan (Foto: Dok. Pribadi)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Tangkap, mengejar target pembagian alat penangkapan ikan (API) ramah lingkungan. Hal ini dimaksudkan untuk mengganti cantrang, yang dilarang penggunaannya mulai 31 Desember 2017 nanti.
ADVERTISEMENT
Cantrang menangkap ikan berukuran besar hingga yang paling kencil, sehingga mengancam kelestarian reproduksi ikan. Pelarangan cantrang sudah disosialisasikan sejak 2015, bersamaan dengan itu program bantuan API ramah lingkungan dimulai.
Para nelayan di Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, termasuk yang menerima bantuan dari Menteri KKP Susi Pudjiastuti pada 2016 silam. Setahun berlalu, kini nelayan Kabupaten Lebak sudah merasakan peningkatan hasil tangkapan mereka. Sebelumnya, dalam sebulah hasil tangkapan paling tinggi hanya 130 ton.
"Sekarang kita bisa capai hasil tangkapan ikan sampai 220 ton per bulan dengan nilai transaksi di pelelangan sekitar Rp 3 miliar per bulan," kata Kepala Seksi Pengawasan Nelayan Kecil, Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah di Lebak, Jumat (1/12). Apalagi selain tak ramah lingkungan, alat tangkap yang dulu dimiliki para nelayan sudah usang.
Susi Pudjiastuti acara Dirgahayu YKI ke 40. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
Bantuan yang dulu diterima, antara lain Trammel Net 500 meter sebanyak 16 unit, jaring insang hanyut 1.500 meter ukuran empat inchi sebanyak 10 unit , jaring insang hanyut 2.500 meter sebanyak 10 unit, rawai dasar 2.000 mata pancing tiga unit dan rawai dasar 4.000 meter mata pancing tiga unit.
ADVERTISEMENT
Selain itu, bantuan hand line 10 gulung pancing 29 unit, winch lima unit, lampu penerangan 15 unit, lacuba 45 unit, life jacket 250 unit, fish finder 50 unit, motor tempel PK-5 sebanyak 25 unit dan PK-15 sebanyak 50 unit, motor long tile 15 unit, dan GPS 50 unit.
Rizal seperti dilansir Antara menjelaskan, semua bantuan itu diterima 46 kelompok usaha bersama (KUB) nelayan, yang tergabung dalam Koperasi Mina Muara Sejahtera. Kini, transaksi di tempat pelelangan ikan (TPI) Binuangeun juga lebih ramai, seiring meningkatnya tangkapan neyan.
Ilustrasi kapal nelayan (Foto: moodboard/Thinkstock)
“Yang beli ikan lebih ramai karena memang produksinya meningkat. Pilihan jenis ikannya juga beragam,” kata Kepala TPI Binuangeun, Ahmad Hadi. Produksi ikan pesisir selatan Lebak di antaranya tuna, layur, cumi, kakap merah, lemadang, kue, cakalang, dan tongkol.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, kalau pun hari-hari ini aktivitas pelelangan di TPI kurang ramai, itu karena cuaca buruk sehingga banyak nelayan tak melaut. Menurut data Dinas Perikanan, jumlah nelayan Lebak tercatat 3.674 orang.
Salah seorang nelayan di Wanasalam, Iming mengungkapkan, akibat cuaca buruk seperti saat ini ketinggian gelombang di perairan selatan Selat Sunda mencapai 4-5 meter. “Kami lebih baik tak melaut untuk menghindari kecelakaan,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan