• 0

Bea Cukai Ungkap Modus Baru Penyelundupan Miras Impor

Bea Cukai Ungkap Modus Baru Penyelundupan Miras Impor



Bea Cukai

Barang sitaan yang akan dimusnahkan. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkap modus baru penyelundupan minuman keras (miras) impor. Baru-baru ini Bea Cukai Tanjung Priok menangkap 1 kontainer berukuran 40 feet berisi miras impor ilegal.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (21/12). Kontainer berisi miras impor ilegal tersebut didatangkan oleh PT SPMB yang merupakan importir produsen.
Dari keterangan Bea Cukai, modus yang dilakukan adalah dengan membuat misdeclaration/ pemberitahuan yang tidak benar. Barang diberitahukan sebagai parts of elevator namun kedapatan miras jenis soju sebanyak 36.400 botol asal Korea Selatan.
"Barang-barang ilegal tersebut berasal dari pihak-pihak yang tidak mematuhi peraturan. Sehingga berdampak pada kerugian di bidang sosial dan ekonomi dimana akan timbul persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai," tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor DJBC Rawamangun, Jakarta, Jumat (23/12).

Sri Mulyani dan Budi Waseso di Kantor Bea Cukai

Sri Mulyani dan Budi Waseso di kantor Bea Cukai dalam acara pemusnahan miras dan rokok ilegal (Foto: Nicha Muslimawati)

Saat ini kasusnya tengah ditangani oleh Bea Cukai Tanjung Priok dan telah ditetapkan dua orang tersangka yaitu MZ selaku Direktur dan SR selaku Marketing PT SPMB. Menurut catatan Bea Cukai, setiap tahun pemberantasan miras jumlahnya terus meningkat.
Sepanjang tahun 2016, Bea Cukai menindak sebanyak 1.205 kali penindakan miras ilegal. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2015 Bea Cukai menindak 967 kasus miras ilegal.
"Pada tahun ini terjadi peningkatan yang luar biasa dari sisi penindakan. Itu dilakukan nyaris di semua pelabuhan dan berbagai macam modus," seru Sri Mulyani.





EkonomiPajakKeuanganBisnis

500

Baca Lainnya