Bisnis
·
6 Juli 2017 13:48

Buku Art of War Jadi Kunci Sukses Bos Lippo dalam Berbisnis

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Buku Art of War Jadi Kunci Sukses Bos Lippo dalam Berbisnis (57896)
Mochtar Riady, Founder dan Chairman Lippo Group (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
Grup konglomerasi berbasis properti, Lippo Group, hari ini, Kamis (6/7), menggelar halalbihalal di Aula Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) di Lippo Village, Karawaci, Tangerang.
ADVERTISEMENT
Acara ini antara lain dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA, dan dihadiri oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Pendiri/Chairman Lippo Group Dr. Mochtar Riady, Presiden Lippo Group Theo L. Sambuaga, dan jajaran pimpinan/Senior Advisor perusahaan-perusahaan dalam lingkungan Lippo Group seperti Didik J. Rachbini, Sinyo Harry Sarundajang, Adrianus Mooy, Ketut Budi Wijaya, yang berbaur dengan sekitar 500 manajer/staf Unit Usaha Lippo Group.
Dalam sambutannya, Mochtar menyampaikan, seorang yang sukses tentunya yang memiliki cinta kasih dalam dirinya dan bermanfaat bagi masyarakat. Mochtar juga memberikan wejangan terutama soal berbisnis. Menurut dia, kesuksesan dia dalam berbisnis saat ini karena memahami pesan yang ada di dalam buku Art of War.
ADVERTISEMENT
Buku Art of War Jadi Kunci Sukses Bos Lippo dalam Berbisnis (57897)
Mochtar Riady, Founder dan Chairman Lippo Group (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
"Namun dalam buku Art of War yang ditulis 2.500 tahun lalu, kata pertama adalah Tao atau moral. Artinya suatu peperangan kalau tidak dengan alasan yang tepat, itu tidak akan menang," ujar Mochtar.
Ia mencontohkan bagaimana pada 1945, Indonesia bisa mengusir tentara Belanda yang mencoba menjajah kembali setelah runtuhnya kekuasaan Jepang. Dengan senjata yang sederhana, Indonesia bisa menang karena memiliki Tao (tujuan mulia).
Begitu juga dengan bisnis. Bila tidak ada Tao maka tidak bisa sukses. Mochtar berkisah, saat dia mendirikan usahanya yaitu Bank Panin, BCA, Buana, Lippo, Mochtar selalu menekankan bank yang baik yaitu bertujuan untuk meringankan beban nasabah.
"Dulu transfer uang bisa sampai 40 hari karena dikuasai bank-bank pemerintah. Saya lalu bilang harus next day (sehari). Dulu partner saya bilang kita tawarkan 30 atau 20 hari saja sudah untung. Tapi saya tetap teguh harus next day. Inilah yang menjadikan bank menjadi dicintai masyarakat," tuturnya.
ADVERTISEMENT