• 1

Cucu Dr Tjipto: Eyang Kami Masih Dihargai Sebagai Pahlawan

Cucu Dr Tjipto: Eyang Kami Masih Dihargai Sebagai Pahlawan



Presiden Jokowi Hadiri Peresmian Pengedaran Uang Baru 2016

Presiden Jokowi Hadiri Peresmian Pengedaran Uang Baru 2016 (Foto: Yudhistira Amran Saleh)

Rona gembira datang dari para keluarga dan ahli waris pahlawan yang wajahnya terpampang di seri terbaru pecahan uang rupiah yang dirilis Bank Indonesia (BI). Salah satunya adalah Sri Parwati yang tidak lain adalah cucu dari Dr Tjipto Mangoenkoesoemo.

Sri mengaku sangat bangga karena wajah sang kakek tercetak di uang logam Rp 200 seri terbaru.
"Tentunya saya sangat bangga dan mengucap terima kasih. Artinya eyang kami masih dihargai sebagai pahlawan," ungkap Sri saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (19/12).

Ia pun bercerita, pada 8 Maret 2016 pihak BI mendatangi kediamannya di Bekasi, Jawa Barat. Mereka meminta persetujuan Sri agar wajah Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dapat dicetak di koin Rp 200 seri terbaru. Sri lantas disodorkan beberapa berkas untuk ditandatangani.

Uang Pecahan Baru

Gambar Pahlawan Nasional Dr. Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp200. (Foto: Aditia Noviansyah)


“Saya nggak tahu persis kenapa eyang bisa terpilih, itu urusannya BI. Tapi tanggal 8 Maret 2016 itu saya diminta tandatangan,” ucapnya.
Selain Sri, ahli waris yang juga turut hadir dalam peluncuran uang NKRI adalah sebagai berikut:

Guruh Soekarnoputra sebagai ahli waris Dr. Ir Soekarno,
Meutia Hatta sebagai ahli waris Drs. Mohammad Hatta,
Murwati Djuanda sebagai ahli waris Ir. H. Djuanda,
Matulanda sebagai ahli waris Dr. G. S. S J. Ratulangi,
Anastasia Kaisiepo sebagai ahli waris Frans Kaisiepo,
Taufik Chalid sebagai ahli waris Dr. K.H Idham Chalid,
Akbar Khasali Thamrin sebagai ahli waris Mohammad Hoesni Thamrin,
Teuku Zulkihfa sebagai ahli waris Tjut Meutia,
I Gusti Made Arinta Pudja sebagai ahli waris Mr. I Gusti Ketut Pudja,
Kristin MD Susetyo sebagai ahli waris Prof. Dr. Ir. Herman Johanes,

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan penentuan nama pahlawan nasional tersebut telah melalui proses konsultasi dan tukar pendapat dengan pemerintah, sejarawan, dan akademisi.

“Kami melakukan pembahasan FGD (Forum Group Discussion) dengan mereka, kemudian kami tetapkan. Kemudian khusus untuk pahlawan nasional diputuskan dalam bentuk Keputusan Presiden. Sehingga sekarang kami memiliki 12 pahlawan nasional,” pungkasnya.

Breaking NewsUang BaruPerbankanEkonomiBisnis

500

Baca Lainnya