• 0

IHSG Lanjutkan Tren Pelemahan, Berikut Saham yang Layak Dibeli

IHSG Lanjutkan Tren Pelemahan, Berikut Saham yang Layak Dibeli


Ilustrasi IHSG

Ilustrasi IHSG. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan dengan bergerak di teritori negatif mengawali perdagangan hari ini, Kamis (19/10). IHSG melemah 1,052 poin (0,02%) ke 5.928,149.
Pada perdagangan preopening, IHSG langsung bergerak melemah 1,469 poin (0,02%) ke 5.927,732. Hingga pukul pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih terkoreksi 5,676 (0,10%) ke 5.923,525. Sementara indeks LQ45 juga bergerak melemah 1,047 poin (0,11%) ke 986.436.
Dua dari 10 indeks sektoral melemah. Pelemahan paling tajam terjadi di sektor infrastruktur yang turun 1,09%.
Nilai Tukar Rupiah
Di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat terhadap rupiah. Dolar AS langsung naik tinggi di kisaran Rp 13.518. Dolar AS kemudian sempat melemah dengan berada di level Rp 13.515. Tidak lama kemudian, dolar AS kembali menguat dan kini posisinya ada di Rp 13.517.
Berikut Kondisi Bursa Saham Asia Pagi Ini:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 95,38 poin (0,45%) ke 21.458,43
- Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 6,84 poin (0,02%) ke 28.718,60
- Indeks SSE Composite di China turun 8,07 poin (0,24%) ke 3.373,72
- Indeks Straits Times di Singapura naik 9,36 poin (0,28%) ke 3.338,39
Binaartha dalam risetnya menyebutkan pelemahan kembali terjadi pada IHSG seiring masih adanya aksi jual dari pelaku pasar seiring dengan sentimen laju rupiah yang kembali melanjutkan pelemahan dan masih adanya aksi jual investor asing. Di sisi lain, konsolidasinya IHSG pun tak terlepas dari pandangan pergerakan sejumlah saham yang telah terapresiasi sehingga dianggap telah tinggi sehingga momentum tersebut dimanfaatkan untuk profit taking.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis RDG BI dan laporan keuangan beberapa emiten. Padahal sejumlah bursa saham Asia cenderung bergerak positif, terutama setelah terimbas pergerakan positif dari bursa saham AS yang kembali menyentuh rekor terbarunya dan hasil dari kongres partai Komunis Tiongkok.
Asing mencatatkan nett sell Rp 1,07 triliun dari sebelumnya nett sell Rp 970,05 miliar.    

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pemantauan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Iggoy el Fitra)
IHSG Hari Ini
IHSG di tutup melemah 0.30% di level 5.929,201 pada 18 Oktober 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.902,544 dan 5.875,888. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5.956,929 dan 5.984,658. Berdasarkan indicator daily, MACD telah menunjukkan pola golden cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral. 
Meskipun demikian, terlihat pola black opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat lanjutan pada pergerakan indeks saham.
Secara tren masih memungkinkan bagi IHSG untuk kembali melanjutkan pelemahan. Apalagi jika pelaku pasar masih ada pandangan masih tingginya harga sehingga kembali memicu aksi profit taking.
Di sisi lain, pergerakan rupiah yang juga masih melemah dapat menjadi sentimen negatif. Hal ini berbeda dengan pergerakan bursa saham AS yang kembali mencetak rekor terbarunya. Diharapkan aksi jual dapat berkurang dan positifnya bursa saham global dapat juga berimbas positif pada IHSG. Namun demikian cermati berbagai macam sentimen yang dapat kembali menghalangi potensi kenaikan.
Menu Saham Pilihan:
AALI ditutup menguat di level 14.550. "Buy on Weakness" pada area level 14.425-14.525, dengan target harga secara bertahap di level 14.975, 15.325, 15.600 dan 16.125,
ADHI ditutup melemah di level 2.030 pada 18 Oktober 2017. "Akumulasi Beli" pada area level level 2.010-2.030, dengan target harga secara bertahap di level 2.090, 2.220 dan 2.340,
ANTM ditutup menguat di level 655. "Akumulasi Beli" pada area level 635-655, dengan target harga secara bertahap di level 675, 745 dan 790,
ASII ditutup melemah di level 8.050. "Akumulasi Beli" pada area level 8.000-8050, dengan target harga secara bertahap di level 8.300, 8.500 dan 8.700,
INDF ditutup menguat di level 8.325. "Buy on Weakness" pada area level 8.200-8.300, dengan target harga secara bertahap di level 8.525, 8.700, 8.800 dan 9.200,
PWON ditutup menguat di level 630. "Akumulasi Beli" pada area level 615-630, dengan target harga secara bertahap di level 640 dan 670.

EkonomiIHSGSahamPasar ModalBursa Efek Indonesia

500

Baca Lainnya