kumparan
24 Apr 2017 17:45 WIB

JK Cerita Jumlah Pengusaha China di RI Lebih Banyak daripada Pribumi

Jusuf Kalla di Kongres Ekonomi Umat 2017 (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
Acara Kongres Ekonomi Umat 2017 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) hari ini resmi ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Dalam sambutannya, JK bercerita tentang jumlah pengusaha pribumi yang jauh lebih sedikit dibandingkan para pengusaha dari etnis Tionghoa. Menurut JK ini tidak terlepas dari cerita masa lalu.
ADVERTISEMENT
"Jadi kenapa kita kurang jumlah pengusaha dibandingkan Tionghoa? Sederhana sekali karena pengusaha Tionghoa kalau punya anak banyak misalnya anak lima, kelima-limanya menjadi pengusaha. Karena dulu tidak bisa jadi tentara, pegawai pemerintah, jadi mereka membuka toko, jadi pengusaha," kata JK dalam sambutannya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/4).
Hal ini berbanding terbalik dengan orang pribumi. Menurut JK, orang pribumi biasanya lebih tertarik untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau tentara dan pekerjaan di instansi pemerintah lainnya dibandingkan menjadi pengusaha.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
"Sedangkan kita ini (pribumi), (punya) anak lima, satu jadi pengusaha, sisanya jadi PNS, tentara dan sebagainya, sehingga tidak bertambah. Ada (yang buka) toko, toko itu saja yang dipertahankan," ucap JK.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, dengan kejadian tersebut, pemerintah memberikan perhatian yang cukup besar untuk mendorong orang pribumi mau berwirausaha. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah misalnya memberikan pendampingan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, hanya 9 persen.
Pada kesempatan tersebut, dia juga sempat memberi contoh salah satu pengusaha pribumi yang sukses, yaitu Sandiaga Uno. Sandiaga yang kini menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih adalah mantan pengusaha. Terakhir dia menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
"Pengusaha harus optimistis kayak Sandiaga ini. Dia berbulan-bulan masuk ke lorong-lorong, Alhamdulillah ada hasilnya," sebut JK.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan