• 0

Ketum Kadin: Mayoritas Pekerja RI Lulusan SD ke Bawah

Ketum Kadin: Mayoritas Pekerja RI Lulusan SD ke Bawah



Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

Pemerintah akan segera meluncurkan Program Pemagangan Terpadu Tingkat Nasional (Foto: Rivi Satrianegara)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat sebagian besar pekerja Indonesia hanyalah lulusan Sekolah Dasar (SD). Dari total 122,38 juta angkatan kerja, jumlah angkatan kerja lulusan SD mencapai 50,8 juta.
"Hampir separuhnya yaitu 50,8 juta merupakan lulusan SD ke bawah. Sementara lulusan SMP ada 20,7 juta dan lulusan SMA sebanyak 19,8 juta," ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani saat ditemui di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/12).
Rosan mengatakan perlu upaya khusus agar kualitas pekerja di Indonesia bisa ditingkatkan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggenjot program magang kerja.
Oleh karena itu, ia secara langsung bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Keduanya sepakat akan meluncurkan program pemagangan terpadu tingkat nasional.

Dari 122,38 juta angkatan kerja, hampir separuhnya yaitu 50,8 juta merupakan lulusan SD ke bawah

- Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani


Program ini adalah kerjasama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kadin dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apidno). Pada tahap awal, program ini akan dilakukan di Karawang International Industry City (KIIC).
"Program yang berupa magang ini akan diluncurkan Jumat mendatang dan dihadiri oleh Presiden RI," tambahnya.
Di tempat yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyambut baik program ini. Ia mengatakan Kemenaker telah memiliki kesepakatan dengan 2.468 perusahaan yang siap menampung 163 ribu orang mengikuti program magang di Karawang.
"Program ini berbeda karena biasanya magang dianggap sebagai modus buruh dengan upah murah. Di sini polanya terpadu, sistematik, berstruktur, dan berbasis jabatan," jelas Hanif.

EkonomiPekerjaBuruhBisnisKeuangan

500

Baca Lainnya