• 7

Kisah Asih, Pemungut Cabai Rawit Dadakan di Pasar Kramat Jati

Kisah Asih, Pemungut Cabai Rawit Dadakan di Pasar Kramat Jati



Ibu Pemburu Cabai Jatuh

Ibu pemburu cabai jatuh di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Foto: Rivi Satrianegara/kumparan)

Harga cabai rawit merah di DKI Jakarta sedang tinggi-tingginya. Biasanya setiap kg cabai rawit merah hanya dijual Rp 30.000/kg. Kini harganya melambung Rp 90.000/kg hingga Rp 100.000/kg.
Tingginya harga cabai rawit merah di pasar ritel disebabkan naiknya harga cabai rawit merah di tingkat petani. Petani mematok harga Rp 60.000/kg atau naik 400 persen dibandingkan harga normal Rp 15.000/kg.
Tak ayal kini cabai rawit bak barang berharga. Mahal tapi tetap dibutuhkan oleh banyak kalangan.
Siang ini sebuah truk yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur berisi karungan cabai rawit merah merapat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Truk itu langsung diserbu kuli panggul yang siap memindahkan karung cabai.

Ibu Pemungut Cabai Jatuh

Seorang ibu paruh baya sedang mengambil cabai yang berjatuhan. (Foto: Rivi Satrianegara/kumparan)

Sesaat setelah kuli panggul beraksi muncul kumpulan ibu-ibu dengan memegang karung putih di tangannya. Mereka ikut mengejar kuli panggul untuk memungut cabai yang jatuh.
"Nanti kalau sudah jam 2 siang dijual lagi," ungkap salah satu pemungut cabai Asih kepada kumparan, Senin (26/12).
Selain memungut cabai yang jatuh, di sela-sela kesempatan Asih juga mencoba mengambil cabai yang masih berada di dalam karung. Ulah Asih sempat dipergoki oleh pemilik cabai.
"Jangan comot yang itu, eh jangan," tegur seorang pria paruh baya kepada Asih.
Asih yang dipergoki lantas memberikan alasan bila ia tidak mengambil cabai yang berada di dalam karung. Ia hanya ingin mengambil 2 buah cabai yang jatuh ke lantai.
"Nggak, orang yang jatuh," balas Asih.

Ibu Pemungut Cabai Jatuh

Beberapa ibu pemungut cabai jatuh mengambil cabai mulai berjatuhan. (Foto: Rivi Satrianegara/kumparan)

Saat itu, Asih berhasil mendapatkan 10 buah cabai rawit merah segera ia letakkan di karung putih yang ia bawa. Senyumnya sumringah meski cucuran keringat sudah membasahi baju lusuh yang dipakainya.
"Alhamdulillah, lumayan," kata Asih sambil berjalan cepat mengejar truk lain yang tiba di Pasar Induk Kramat Jati.
Tas, salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Kramat Jati mengungkapkan fenomena seperti yang dilakukan Asih hanya ada saat harga cabai rawit merah melambung. Mereka biasa memungut cabai yang terjatuh tetapi terkadang mereka curi-curi kesempatan mengambil cabai dari dalam karung.
"Yang mungut itu dibolehin asal ambil yang di jalan. Kalau comot dari dalam karung atau yang sudah dipajang baru dimarahin," ungkap Tas.

EkonomiBisnisKomoditasCabaiPasar Tradisional

500

Baca Lainnya