• 11

Nasib Nyonya Meneer Akhirnya Diselamatkan Rachmat Gobel

Nasib Nyonya Meneer Akhirnya Diselamatkan Rachmat Gobel


Pabrik Nyonya Meneer

Pabrik Nyonya Meneer (Foto: kumparan)

Perusahaan produsen jamu dengan merek Nyonya Meneer akhirnya tumbang. Bahkan perseroan yang berlokasi di Semarang ini resmi disita oleh tim kurator PT Perindustrian Nyonya Meneer.
Pengadilan Negeri Semarang menyatakan Nyonya Meneer pailit. Alasannya adalah karena perseroan tidak mampu melunasi utang sebesar Rp 89 miliar ke PT Nata Meridian Investara.

Baca Juga :

    Namun kabar baik akhirnya datang. Pengusaha nasional, Rachmat Gobel disebut-sebut siap menyelamatkan Nyonya Meneer. Gobel diketahui sudah bertemu dengan Presiden Direktur Nyonya Meneer, Charles Saerang. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, Dwi Ranny Pertiwi Zarman.
    "Iya betul, semalam kan emang ketemuan tapi saya memang tidak hadir. Nah saya juga dapat informasinya dari Pak Charles," kata Dwi kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (10/8).

    Indonesia Permanent Product Display di Rusia

    Pembukaan paviliun Indonesia oleh Rachmat Gobel (Foto: KBRI Moskow.)

    Adapun, alasan Gobel menyelamatkan Nyonya Meneer lantaran Nyonya Meneer merupakan merek jamu yang sudah lama di Indonesia.
    "Ya mungkin karena Nyonya Meneer kan sejarah jadi tidak boleh hilang. Katakanlah kalau jamunya belum bisa berproduksi kan minimal ada museumnya dan museum itu harus tetap ada. Museum jamu pertama di Indonesia," tambah Dwi.
    Terkait rencana perseroan ke depan, Dwi mengungkapkan belum tahu lebih detail. Pasalnya pertemuan antara Gobel dan Charles Saerang baru dilakukan malam tadi. Akan tetapi, kata Dwi langkah yang akan ditempuh Nyonya Meneer tetap mengajukan kasasi.
    "Saya belum tahu soalnya baru banget semalam. Sepertinya tetap pak Charles akan kasasi dulu. Kasasi itu kan supaya pernyataan dipailitkan itu ditarik kembali sehingga bisa direstrukturisasi utang-utangnya," imbuhnya.
    Lalu apakah Gobel akan merestrukturisasi seluruh utang yang dimiliki perseroan?
    "Kalau melihat angka enggak seluruhnya tapi yang urgent dulu sepertinya. Tapi saya enggak tahu mana yang diselamatkan," pungkasnya.

    EkonomiNyonya MeneerBisnisUtangJamu

    500

    Baca Lainnya