• 0

Nunggak Pajak Rp 1,4 M, Pengusaha Asal Gorontalo Ini Disandera

Nunggak Pajak Rp 1,4 M, Pengusaha Asal Gorontalo Ini Disandera



Konferensi Pers Penangkapan Penunggak Pajak

Konferensi pers terkait penangkapan penunggak pajak di LP Salemba (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Utara Tenggara Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) menyandera (gijzeling) pengusaha asal Gorontalo di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Pengusaha dengan inisial JK tersebut diketauhi memiliki tunggakan pajak sebesar Rp 1,4 miliar.
"Kami dari Kanwil DJP Sulawesi Utara Tenggara Gorontalo dan Maluku Utara pada 22 Desember 2016 jam 3 pagi tadi menangkap penunggak pajak dari salah satu wajib pajak (WP) yang terdaftar di KPP Gorontalo PT MAM, JK 60 tahun," ungkap Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut Dionysius Lukas Hendrawan saat ditemui di LP Salemba, Jakarta, Kamis (22/12).
Sebelum dilakukan gijzeling atau penyanderaan, petugas pajak sudah memberikan himbauan agar JK segera melunasi tunggakan pajak. Namun upaya tersebut tidak digubris oleh JK.
Selanjutnya petugas pajak mengeluarkan surat teguran dan info penagihan tunggakan pajak. Namun menurut Dionysius, JK tidak memiliki itikad baik untuk segera membayar tunggakan pajak.
"Kita tangkapnya di Jakarta, di parkiran Mal Artha Gading. Intinya yang bersangkutan tidak ada itikad baik. mungkin mereka pikir jauh dari tempatnya di Gorontalo," tambahnya.
Saat ini, JK ditempatkan di sebuah ruang tahanan khusus Blok C Rutan Salemba. Dengan cara ini Dionysius berharap JK mau melunasi tunggakan pajak.
"Semoga dengan adanya gijzeling yang bersangkutan segera membayar," katanya.

EkonomiPajakKeuanganBisnis

500

Baca Lainnya