• 1

Pasokan Berkurang 33 Persen Bikin Harga Cabai di DKI Rp 90.000/Kg

Pasokan Berkurang 33 Persen Bikin Harga Cabai di DKI Rp 90.000/Kg



Cabai Pasar Kramat Jati

Gelontoran cabai di Pasar Kramat Jati. (Foto: Rivi Satrianegara/kumparan)

Salah satu pemicu utama tingginya harga cabai di DKI Jakarta karena terbatasnya pasokan. Sejak awal Desember 2016, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur berkurang 33 persen.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Ngadiran mengungkapkan di hari normal pasokan cabai yang masuk 120 ton/hari. Saat ini hanya 80 ton atau berkurang 40 ton/hari.
"Biasanya akhir tahun itu memang begitu (naik), karena pasokannya sudah mulai menipis," kata Ngadiran kepada kumparan, Senin (26/12).
Saat ini harga jual cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp 75.000/kg di eceran Rp 90.000/kg. Sedangkan jenis cabai lain misalnya cabai keriting dan cabai hijau juga naik masing-masing menjadi Rp 40.000/kg dan Rp 50.000/kg.
"Jadi wajar saja di berbagai pasar mahal, apalagi yang cabai rawit itu ya karena dari pasar induk saja sudah menipis." tambahnya.
Dia mengatakan pada periode puncak panen, normalnya harga cabai rawit merah hanya sebesar Rp 30.000-Rp 35.000/kg. Sedangkan rata-rata cabai keriting dan cabai hijau Rp 25.000-30.000/kg.
"Pasokan yang kurang ini juga karena di beberapa daerah ada yang gagal panen, banjir. Bahkan distribusi yang panjang menyebabkan sebagian cabai busuk," jelasnya.

KomoditasCabaiPasar TradisionalEkonomiBisnis

500

Baca Lainnya