kumparan
22 November 2017 19:21

Pembangunan Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Sudah 22%

Renovasi Bandara Ahmad Yani
Renovasi Bandara Ahmad Yani (Foto: Twitter/@srg_ap1)
Pembangunan terminal baru di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang masih terus dikerjakan. Sejauh ini, progres pembangunan di paket 3 meliputi pembangunan terminal sudah mencapai 22%.
ADVERTISEMENT
Project Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Toni Alam menyebut proyek pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki 5 paket. Paket 1 dan 2 seperti pembangunan akses jalan ke bandara serta apron, exit dan taxy way sudah rampung pengerjaannya. Sedangkan status paket 4 dan 5 masing-masing masih dalam proses tender dan dalam tahap perencanaan. Jika ditotal, progres keseluruhan proyek pengembangan bandara sejauh ini sudah mencapai 31,339%.
Renovasi Bandara Ahmad Yani
Renovasi Bandara Ahmad Yani (Foto: Twitter/@srg_ap1)
"Paket 3 yaitu pembangunaan terminal, saat ini sudah mencapai 22%. Ini merupakan porsi terbesar dari ke-5 paket ini. Lalu paket 5 ini water management, saat ini masih dalam tahap perencanaan. Targetnya bulan November ini sudah selesai perencanaannya, lalu bisa langsung ke proses tender," papar dia kepada media di Kantor AP I, Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Rabu (22/11).
ADVERTISEMENT
Meski persentase pengerjaan proyek masih 22%, Toni optimistis terminal baru ini sudah bisa dioperasikan awal tahun depan.
Renovasi Bandara Ahmad Yani
Renovasi Bandara Ahmad Yani (Foto: Twitter/@srg_ap1)
"Kita mendapatkan tugas supaya bisa dioperasikan di awal 2018. Jadi sebelum selesai, sudah bisa digunakan," imbuhnya.
Toni menjelaskan tidak ada kendala signifikan dalam pembangunan terminal baru ini. Dengan adanya proyek ini diharapkan Bandara Ahmad Yani mampu menampung penumpang dengan jumlah lebih banyak.
Renovasi Bandara Ahmad Yani
Renovasi Bandara Ahmad Yani (Foto: Twitter/@srg_ap1)
"Kalau dipaksakan harus dioperasikan di awal tahun, kita ada konsep minimum requirement. Kita juga sudah menyiapkan konsep flow penumpangnya," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan