• 2

Penjara Khusus di LP Nusakambangan Disiapkan Bagi Penunggak Pajak

Penjara Khusus di LP Nusakambangan Disiapkan Bagi Penunggak Pajak



Ilustrasi Lapas

Kondisi suatu lapas di Indonesia. (Foto: ANTARA)

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan menyiapkan upaya lanjutan untuk menangani kasus para penunggak pajak melalui penyanderaan (gijzeling). Ada penjara khusus di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Jawa Barat yang disiapkan bagi para penunggak pajak.
"Nusakambangan kita fungsikan lagi untuk menaruh penunggak pajak," tegas Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak (DJP), Heru Yoga Saksama saat ditemui di Kantor Pusat Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/12).
Sesuai prosedur yang berlaku sebelum gijzeling dilakukan, Ditjen Pajak terlebih dahulu memberikan kesempatan bagi Wajib Pajak (WP) untuk segera melunasi tunggakan pajak. Jika kesempatan tersebut tidak diambil, maka instruksi selanjutnya adalah mengirimkan surat perintah, penyitaan harta, dan terakhir penyanderaan (gijzeling).
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP Angin Prayitno Aji mengungkapkan penyanderaan atau gijzeling cukup efektif memberikan tekanan kepada WP untuk segera melunasi tunggakan pajak. Aji mengatakan di tahun ini pihaknya konsisten mengejar penunggak pajak.
Sebagai gambaran di tahun 2015, surat paksa yang diterbitkan Ditjen Pajak sebanyak 128 ribu, tahun ini 346 ribu. Sedangkan surat perintah penyitaan yang diterbitkan tahun lalu hanya 9.500, tahun ini meningkat menjadi 17.600.
"Dari sisi penagihan, ada target ditetapkan Rp 14,4 triliun. Alhamdulillah sampai 19 Desember 2016 kemarin itu kita realisasi Rp 17,5 triliun atau 120 persen," katanya.


EkonomiPajakKeuanganBisnis

500

Baca Lainnya