• 2

Pesan Gubernur BI: Jangan Membasahi, Melipat, Mencoret dan Menstaples Rupiah!

Pesan Gubernur BI: Jangan Membasahi, Melipat, Mencoret dan Menstaples Rupiah!



Uang baru

BI menerbitakan uang baru di tahun 2016 (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Gubernur BI Agus Martowardojo memiliki pesan khusus agar masyarakat Indonesia bisa menjaga dan merawat uang rupiah. Menurut Agus, jangan sampai uang rupiah menjadi lusuh akibat kebiasaan buruk seperti melipat, mencoret serta menstaples.

Hal ini Agus sampaikan di sela-sela peluncuran 11 pecahan mata uang rupiah desain baru. Hadir pada acara tersebut Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta pejabat BI lainnya.

"Kualitas uang rupiah perlu dijaga dan dirawat baik. Menjaga rupiah sama artinya dengan menjaga simbol kedaulatan negara. Rakyat Indonesia perlu meninggalkan kebiasaan kurang baik seperti membasahi, melipat, mencoret serta menstaples uang rupiah. Budaya ini perlu ditanamkan sejak usia dini," tegas Agus di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta, Senin (19/12).

Gubernur BI dalam Peluncuran Desain Uang Baru Tahun Emisi 2016

Gubernur BI dalam Peluncuran Desain Uang Baru Tahun Emisi 2016 (Foto: Viry Alifiyadi)

Selain itu, setidaknya ada 4 pesan lain yang ia sampaikan, yaitu:

1. Penerbitan uang rupiah adalah amanat Undang-undang (UU) Mata Uang. Di dalam UU tersebut, uang rupiah memiliki ciri tertentu yang diselaraskan dengan mandat UU seperti pencantuman rasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang memiliki makna filosofis rupiah sebagai simbol kedaulatan NKRI,

2. Rupiah adalah alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan untuk transaksi di NKRI. Penggunaan uang asing tidak sejalan dengan nasionalisme dan melanggar UU serta dapat dipidanakan,

3. BI senantiasa mengupayakan agar ketersediaan uang rupiah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jumlah nominal cukup, sesuai, tepat waktu dan kondisi layak edar di seluruh NKRI,

4. Penggunaan gambar pahlawan, pemandangan alam adalah bentuk penghormatan jasa pahlawan dan lebih memperkenalkan keragaman seni budaya dan kekayaan alam Indonesia.

"Kami bersyukur pengeluaran (11 pecahan rupiah desain baru) ini dapat berjalan lancar dan sesuai rencana. Terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang mendukung dan membantu. Secara khusus kami berterima kasih kepada Presiden atas persetujuan pemerintah terhadap penggunaan gambar pahlawan nasional," tandasnya.




Breaking NewsUang BaruEkonomiBisnisPerbankan

500

Baca Lainnya