• 0

Rudiantara Minta Google Terbuka Soal Data Keuangan

Rudiantara Minta Google Terbuka Soal Data Keuangan



Rudiantara

Menkominfo Rudiantara mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11), membahas rekrutmen calon anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)

Pemerintah Indonesia masih ngotot mengejar pajak dari Google Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pembahasan pemungutan pajak dari anak usaha Google Asia Pasific Pte. Ltd. (GAP) tersebut masih terus berjalan.
"Kalau saya tahu pun nggak akan kasih tahu. Saya menghormati kementerian keuangan. Sekarang kan masih proses negosiasi," kata Rudiantara saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (21/12).
Meski pembahasan masih berlanjut, Rudiantara meminta Google Indonesia lebih transparan terutama menyangkut data laporan keuangan. Hal ini sangat penting agar pemerintah Indonesia dapat menghitung jumlah pajak yang harus dibayar Google.

Google

Mesin pencari Google. (Foto: WD Net Studio (CC0 Public Domain))

"Udah, kita kan juga sudah ketemu. Harus terbuka, nanti harus penjualannya dibukukan di Indonesia. Lebih transparan lah," tegasnya.
Menurut Rudiantara kebijakan tranparansi laporan data keuangan tidak hanya berlaku pada Google Indonesia tetapi juga berlaku untuk semua perusahaan internet global (Over the top/OTT) yang beroperasi di Indonesia. Saat ini konsentrasi pemerintah Indonesia adalah masih terus mengejar pajak dari Google Indonesia.
"Dan nanti begitu selesai antara Indonesia dan Google itu nanti akan jadi rujukan OTT yang lain karena akan saya masukan ke dalam peraturan menteri tentang OTT. Surat edarannya sudah dikeluarkan tinggal tunggu penyelesaian ininya saja," katanya.


EkonomiKeuanganBisnisGoogle

500

Baca Lainnya