• 0

Ryksdaalder: Uang Kertas Pertama di Indonesia yang Dikeluarkan VOC

Ryksdaalder: Uang Kertas Pertama di Indonesia yang Dikeluarkan VOC



Uang Ryksdaalder

Uangsenilai 200 Ryksdaalder (Foto: Nadia Riso)

Indonesia telah memiliki uang sebagai alat pembayaran yang sah sejak zaman kerajaan Hindu Buddha. Pada masa itu, dominasi uang yang beredar masih berbentuk koin berbahan dasar logam, perak, dan emas.
Barulah pada masa penjajahan Belanda, Indonesia mengenal uang kertas sebagai salah satu alat pembayaran. Uang kertas yang satu ini terbilang cukup unik karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan uang kertas pada umumnya.
Uang Ryksdaalder merupakan uang kertas yang dikeluarkan pemerintah Belanda pada masa kekuasaan VOC pada periode 1602-1799. Alasan dibuat uang jenis ini adalah karena VOC sering kali kekurangan bahan baku pembuat uang koin.
Menurut pusat informasi Museum Bank Indonesia, Kamis (22/12) Ryksdaalder merupakan uang pertama yang terbuat dari bahan kertas dan tercatat sebagai uang kertas tertua di Indonesia yang diterbitkan pada 27 Desember 1782.

Uang Ryksdaalder

Uang senilai 50 Ryksdaalder (Foto: Nadia Riso)

Ketika pertama kali dikeluarkan, penyebarannya terbatas hanya ada di beberapa daerah seperti Ambon, Batavia, dan Ternate. Bentuk Ryksdaalder sangat sederhana yaitu menyerupai bon atau pamflet kecil karena ukurannya yang cukup besar. Uang ini juga menarik karena menggunakan aksara Arab Melayu dan bahasa Belanda yang ditulis dalam kertas Ryksdaalder.
Seperti uang pada umumnya, Ryksdaalder juga memiliki stempel dan tanda tangan dari penguasa yang saat itu memerintah, VOC. Terdapat beberapa tanda pada Ryksdaalder, yaitu huruf D di sebelah kiri dan huruf A di bawah stempel VOC.
Proses pembuatan Ryksdaalder juga menarik karena tulisan hanya dicetak di bagian muka sementara bagian belakang dibiarkan kosong. Sayangnya, uang ini dicetak dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena penggunaan uang jenis ini terbatas hanya untuk kalangan orang Belanda dan pribumi tertentu seperti golongan ningrat, bangsawan, dan pedagang.
Nilai tukar 1 Ryksdaalder senilai dengan 48 Stooiver dan senilai 0,60 Ducaton. Ryksdaalder sempat dicetak ulang pada masa pemerintahan Republik Bataaf pada 1806 yang nominalnya 15 hingga 24 Stooiver. Selama beredar, uang ini diterbitkan dalam pecahan 25, 50, 100, 200, 300, 400, 500, dan 1.000.

EkonomiUangUang BaruKeuanganBank Indonesia

500

Baca Lainnya