• 0

Soal Redenominasi Rupiah, Gubernur BI Minta Dukungan Presiden Jokowi

Soal Redenominasi Rupiah, Gubernur BI Minta Dukungan Presiden Jokowi



Uang baru

BI menerbitakan uang baru di tahun 2016 (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana penyederhanaan nilai mata uang rupiah atau redenominasi. Hal ini diungkapkan Agus di depan Presiden Jokowi saat merilis 11 pecahan rupiah desain baru di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Senin (19/12).

"Kami juga ingin usulkan kepada presiden, mohon mendukung proses penyelesaian RUU (Rancangan Undang-Undang) Redenominasi Rupiah," kata Agus.

Agus menjelaskan di dalam RUU tersebut, nilai mata uang rupiah akan dilakukan penyederhanaan jumlah digit atau yang disebut redenominasi. Misalnya mata uang pecahan Rp 1.000 bila diredenominasi akan menjadi Rp 1.

Uang Pecahan Baru

Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran uang pecahan baru (19/12). (Foto: Aditia Noviansyah)

"Sehingga redenominasi tidak akan mengurangi daya beli masyarakat. Redenominasi bukan sanering karena akan ada masa transisi minimal 8 tahun. Dengan dukungan presiden, kami akan koordinasi dengan menteri keuangan untuk penyelesaian RUU tersebut," paparnya.

Di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bila RUU Redenominasi Rupiah seharusnya masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2017. Menurut Jokowi RUU Redenominasi Rupiah akan dibahas dengan DPR terlebih dahulu sebelum ditetapkan menjadi Undang-undang yang sah.

"Ya ini sebetulnya sudah masuk prolegnas RUU 2017 tapi kita lihat belum masuk memang ini membutuhkan apa. Nanti setelah masuk prolegnas dan sudah diputuskan oleh DPR ini memerlukan waktu yang tidak pendek mungkin tujuh tahunan masa transisinya ke pelaksanaan ini masih memerlukan waktu yang panjang kalau sudah diputuskan. Ini masuk ke prolegnas saja belum kok," sindir Jokowi.


Breaking NewsUang BaruEkonomiBisnisPerbankan

500

Baca Lainnya