• 3

Strategi Honda Hadapi Anjloknya Penjualan Motor

Strategi Honda Hadapi Anjloknya Penjualan Motor


Penjualan sepeda motor berbagai merek di Indonesia secara umum mengalami penurunan. Hingga bulan Oktober 2016, angka penjualan sepeda motor hanya menyentuh 5,9 juta unit. Angka tersebut turun 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,5 juta unit.
Penurunan penjualan unit motor di Indonesia juga dikeluhkan oleh salah satu pabrikan motor asal Jepang, Honda.
"Sampai September 2016 total market 4,351 juta unit, tahun lalu 4,8 juta unit atau turun 9,7 persen," ungkap Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Markus Budiman Widihandojo kepada Kumparan, Senin (14/11/2016).

Sepeda Motor

Teknisi sedang Merakit Sepeda Motor (Foto: Astra Honda Motor)
Markus menambahkan bila dibandingkan kompetitor lain, turunnya angka penjualan sepeda motor Honda terbilang kecil. Hingga Oktober 2016, persentase penurunan angka penjualan sepeda motor Honda hanya mencapai 2,8 persen.
"Kompetitor kita penurunan terjadi cukup signifikan," tambahnya.
Ada sejumlah cara yang akan dilakukan Honda untuk mengejar target penjualan hingga akhir tahun 2016. Markus mengatakan cara pertama yang bakal dia lakukan adalah dengan menggenjot penjualan ke Pulau Kalimantan dan berbagai wilayah di Indonesia bagian timur, khususnya Papua.

Ilustrasi Sepeda Motor

Ilustrasi Sepeda Motor (Foto: Astra Honda Motor)
"Indonesia ini unik, market kita nggak homogen. Ada pasar yang belum ter-develop dengan baik misalnya Kalimantan dan Papua. Pokoknya kita gencar masuk dari kabupaten ke kabupaten," tuturnya.
Cara kedua yang dilakukan adalah dengan mengekspor sepeda motor dan komponen mesin ke negara lain. Dua langkah ini diharapkan mampu mendongkrak penjualan sepeda motor Honda.
"AHM juga ekspor 60 ribu unit sepeda motor termasuk juga mesin ke Vietnam dan Filipina. Tahun lalu itu hanya 29 ribu. Sementara ini kita ekspor baru mesin dan Honda Beat," tutupnya.

500

Baca Lainnya