kumparan
KONTEN PENGGUNA
4 Mei 2019 16:59

Bisnis Modal Jari, Tanpa Perlu Takut Rugi dengan Mediv

Inovasi digital merupakan suatu keharusan dalam menghadapai perkembangan teknologi, tidak terkecuali industri farmasi. Kimia Farma tak mau ketinggalan untuk masuk ke bisnis digital, selain itu mengajak masyarakat berkolaborasi untuk berbisnis tanpa perlu rugi.
Modal Bisnis Jari Mediv Kimia Farma.jpg
Bisnis Modal Jari Tanpa Takut Rugi dengan Mediv dari Kimia Farma
ADVERTISEMENT
Pada 29 April 2019 di Jakarta PT Kimia Farma (Persero), Tbk memperkenalkan layanan Mediv yang merupakan terobosan di dunia farmasi. Kimia Farma menciptakan customer experience yang baru, sehingga mampu membuat Kimia Farma bisa menjadi perusahaan farmasi yang terdepan.
Diperkenakan oleh pak Honesti Basyir, CEO Kimia Farma bahwa selama satu tahun terakhir Kimia Farma bekerjasama dengan WIR Group untuk menghadirkan Mediv. Terlebih saat ini semua informasi ada di smarphone, masyarakat bermodalkan jari kini bisa memanfaatkan peluang berbisnis alat kesehatan dan produk kecantikan melalui aplikasi Mediv.
Tanpa memerlukan modal yang besar dan risiko bisnis, semua orang kini bisa berbisnis secara online di manapun. Termasuk juga para ibu rumah tangga, bisa mengurus keluarga dan berbisnis dari rumah melalui platform digital Mediv dari Kimia Farma.
Honesty Basyir CEO Kimia Farma.jpg
ADVERTISEMENT
Aplikasi Mediv mudah dan praktis digunakan, margin keuntungan yang didapatkan menarik. Kimia Farma menghadirkan Mediv untuk memajukan industri kesehatan dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Untuk tahu kabar terbaru tentang layanan dan manfaat, kunjungi dan follow akun Instagram @mediv.id
Hadir pula pengusaha di bidang kecantikan Lizzie Parra Founder dan CEO BLP (By Lizzie Parra) Beauty berbagi kisahnya dalam membangun bisnis. Berawal dari pengalaman bekerja di perusajaan kosmetik, Lizzie Parra belajat menyadari industri kecantukan ada bagian dari seni yang menyenangkan.
Urusan Branding, marketing, PR campaign dilakukan Lizzie dengan senang hati sebagai karyawan selama dua tahun. Hingga akhirnya beralih profesi menjadi MUA, kemudian memperlajari berbagai jenis customer dan berbagai jenis kulit.
Menyadari bahwa pada saat ini kosmetik hanya dijual secara offline di counter kosmetik. Lizzie melakukan riset selama dua tahun dan dengan modal yang kecil, akhirnya pada 2016 hadirlah brand BLP (By Lizzie Parra) Beauty.
Lizzie Parra BLP Beauty.jpg
ADVERTISEMENT
BLP (By Lizzie Parra) Beauty hadir sebagai brand yang selalu positif dan menyenangkan, agar custumer bisa merasakan kebahagia dengan menjadi diri sendiri. Tak perlu pelu menjadi orang lain dengan make up untuk mengubah diri, tetapi make up adalah alat bantu mencintai diri sendiri.
Lizzie berpesan anak-anak muda tak perlu takut memulai usaha, dalam ketakutan tak ada ruang bagi diri untuk maju. Tak ada pertumbuhan dalam comfort zone, harus berani keluar dari comfort zone untuk bergerak ke arah diri yang lebih baik. Milik planning yang jelas sebelum mulai sesuatu, jika terjadi kegagalan siapkan rencana selanjutnya.
Untuk memulai bisnis kenali target market kita, seperti generasi dan umur konsumen. Contoh ya BLP Beauty dengan konsumen usia18-35, tetapi beberapa tahun ke depan usia konsumen bertambah dan selerannya berubah. Sehingga bisnia harus agile dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Siap dengan Worst Case yang bisa terjadi.
ADVERTISEMENT
Timing hal penting sesuai kebutuhan market. Jika timingnya salah maka tak ada yang beli dan percaya. Seperti timimg yang tepat oleh Kimia Farma dalam memperkenalkan Medic, shortcut bagi masyarakat untuk memulai bisnis tanpa rugi. Dengan bantuan Mediv yang merupakan inovasi dari Kimia Farma, membantu untuk mengeliminasi hal-hal yang merugikan dan tanpa perlu banyak modal.
Selanjurnya ada pak Wisnu Dewobroto, Founder Gajah Mungkur yang tergabung dalam komunitas Tangan di Atas (TDA). Selama 13 tahun bersama teman-teman membina sekitar 15.000 UKM. Pak Wisnu sependapat dengan Lizzie tentang pentingnya timing dalam bisnis.
Five Waves Innovation Wisnu Dewobroto.jpg
Mediv dari Kimia Farma hadir pada saat yang tepat, di mana 90% masyarakat saat untuk terhubung secara digital. Para pebisnis lama pun haru mau bergabung dan bersaing dengan para pengusaha muda.Pebisnis tak bisa lagi sekadar Business as usual, harus merubah menjadi unspottable dan humble.
ADVERTISEMENT
Pebisnis tak bisa lagi sekadar Business as usual, harus merubah menjadi unspottable dan humble.
Pak Wisnu mengambil contoh bagaimana seorang pemain gitar bernama Carlos Santana, menjadi musisi sejak tahun 1969 hingha saat ini dengan terus berinovasi. Demikian juga inovasi yang dilakukan Kimia Farman bersama generasi baru dengan kolaborasi, sehingga Kimia Farma bisa terus eksis sampai saat ini.
Terlebib dengan meningkatnya kepedulian masyarakat pada kesehatan, seperti maraknya acara lari dan CFD di berbagai kota merupakan ciri Five Wave di dunia bisnis. Menjadi momen yang baik bagi Kimia Farma sebagai perusahaan di bidang farmasu untuk berkolaborasi.
Pak Wisnu menutup penjelasannya tentang kisah pondasi Candi Borobudur agar bisa tegak berdiri, karena pondasinya yang ada disusun dari batu-batuan yang bentuknya berbeda yang menandakan keberagaman Indonesia.
Launching Inovasi Digital Kimia Farma Mediv.jpg
Launching Mediv, Inovasi Digital Kimia Farma
ADVERTISEMENT
Seperti itulah juga Kimia Farma yang sudah berdiri sejak tahun 1817, bisa terus berdiri karena pondasinya kokoh dan berinovasi dengan menghadirkan inovasi Mediv.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan