• 1

Investasi Properti, Pilihan Tepat Berinvestasi

Investasi Properti, Pilihan Tepat Berinvestasi


Ilustrasi rumah dan properti

Ilustrasi rumah dan properti (Foto: thinkstock)

Bagi yang ingin memulai untuk berinvestasi nampaknya pilihan berinvestasi di bidang properti merupakan pilihan yang tepat. Menurut Founder PROJEK, Andi Natanael, investasi yang paling aman di Indonesia adalah investasi dibidang properti.
Andi menjelaskan, dibandingkan investasi dibidang lain properti salah satu bisnis yang perlu dipilih lantaran harga properti di Indonesia akan terus mengalami kenaikan.
"Kalau skarang naiknya rada lambat, tapi tetep akan naik. Jadi properti di Indonesia harganya selalu naik engga akan turun. Saya yakin harga properti naik karena Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) naik. Pasti properti naik karena harga jual properti di atas NJOP," kata Andi dalam kelas Essence of Property Investament di konferensi tahunan Wealth Wisdom 3 Seasons of Wealth PermataBank yang diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (3/8).
Andi menjelaskan mengapa bisnis properti di Indonesia aman dibandingkan bisnis investasi lainnya, yaitu karena setiap orang memerlukan tempat tinggal. Properti bisa disewakan atau dijual kembali.
Selain itu, properti adalah bisnis yang memiliki nilai jual karena memiliki wujud. Tentu saja bisnis properti berbeda dengan bisnis investasi lainnya.
"Kalau kita beli saham dia enggak punya wujud, dia hanya sebuah kertas. Enggak ada investasi yang selalu naik kecuali properti. Saham bisa naik bisa turun, emas juga sama naik turun, deposito naik turun, hanya properti yang nilainya selalu naik," ujarnya.

Baca Juga :

    Menurut Andi, saat ini merupakan waktu yang tepat berinvestasi di bidang properti. Lesunya daya beli masyarakat membuat harga properti stagnan.
    "Ini time to buy property. Kalau main saham pada saat posisi rendah baru mau beli. Kalau sekarang developer hampir semuanya hampir jeblok. Saatnya investasi properti," sarannya.
    Andi mendorong berinvestasi properti saat ini juga, lantaran hampir sebagian developer membutuhkan cash flow.
    "Mayoritas developer saat ini jeblok. Daya beli tetap ada, tetap besar, tapi mereka enggak mau beli properti. Bukti ini yang saya jelaskan bahwa developer jeblok," tegasnya.

    EkonomiInvestasiBank PermataWealth Wisdom

    500

    Baca Lainnya