• 2

Makam Tan Malaka Diperebutkan, Mensos Turun Tangan

Makam Tan Malaka Diperebutkan, Mensos Turun Tangan



Menteri Sosial

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan). (Foto: Trisnadi/ANTARA FOTO)
Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa siap menengahi dua kubu yang 'berebut' makam Tan Malaka. Dua kubu tersebut adalah Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Khofifah mengerti dan menghormati keinginan dari masing-masing kubu yang merasa memiliki Tan Malaka. Kediri merupakan tempat terakhir kali Tan berpijak sedangkan Limapuluh Kota adalah tanah kelahiran dia.
"Saya menganggap bahwa Tan Malaka adalah milik bangsa ini. Keharuman namanya sudah melebihi dari di mana beliau akan dimakamkan. Kebetulan masyarakat Kediri menyayangi dan memelihara makam Tan Malaka selama ini," ujar Khofifah di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (23/12).
Khofifah memahami mengapa Pemkab Kediri berusaha mempertahankan keberadaan makam Tan Malaka tetap di daerahnya. Apalagi, mereka juga yang telah merawat makam tersebut sejak lama.

Tan Malaka

Tan Malaka, sosok pahlawan Indonesia, (Foto: KITLV)
"Kita bisa memahaminya bahwa mereka ingin Tan Malaka tetap dekat dengan warga Kediri dan itu menurut saya adalah penghormatan yang luar biasa. Tapi kita juga harus memahami dan melihat kecintaan masyarakat Limapuluh Kota yang ingin membawa jenazah Tan Malaka dipindahkan ke sana. ", lanjutnya. 
Ia berencana akan membuat tim khusus untuk menyelesaikan persoalan ini. Jadwal pertemuan di antara dua kubu itu pun segera diatur.
"Mereka sempat menelpon saya. Tapi kan ini harus diajak berembuk face to face. Tidak bisa by phone", tutup dia.
Makam Tan Malaka saat ini memang berada di Kediri, tepatnya di Desa Selopanggung dekat Gunung Wilis. Di sana merupakan tempat Tan Malaka menghembuskan napas terakhirnya setelah ditembak mati dalam pelariannya.

Makam Tan Malaka

Makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kediri. (Foto: Prasetia Fauzani)




Breaking NewsNewsMenteriTan Malaka

500

Baca Lainnya