• 4

Makam Tan Malaka, Punya Siapa?

Makam Tan Malaka, Punya Siapa?



Makam Tan Malaka

Makam Tan Malaka di Kediri (Foto: Prasetia Fauzani/Antara)
Makam pejuang revolusi, Tan Malaka, tengah diperebutkan dua pemerintah daerah, yakni Pemda Limapuluh Kota dan Pemda Kediri. Siapa paling berhak?
Polemik pemindahan makan Tan Malaka akhir-akhir ini mengemuka karena Wakil Bupati Limapuluh Kota di Sumatera Barat, Ferizal Ridwan, merencanakan pemindahan makam Tan secara serius. Pada 7 Desember, ia menggelar rapat besar bersama pihak-pihak terkait seperti tetua adat dan Tan Malaka Institute.
"Sepulang ziarah ke makam Tan Malaka di Kediri beberapa waktu lalu, saya banyak ditemui dan ditelepon para kepala daerah dan tokoh Sumatera Barat. Mereka memberi dukungan atas rencana pemindahan jasad Ibrahim Datuk Tan Malaka dari Selopanggung ke Pandam Gadang," kata Ferizal Ridwan seperti dikutip dari laman pribadinya, www.ferizalridwan.com.
Pemindahan makam tersebut rencananya akan dilakukan 21 Februari tahun depan. Tanggal 21 Februari diambil karena merupakan tanggal kematian Tan Malaka.

Tan Malaka

Tan Malaka, sosok pahlawan Indonesia, (Foto: KITLV)

Alasan kuat memindahkan jasad Tan Malaka, menurut Ferizal, didasari adanya permohonan dari keluarga dan masyarakat Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Sumatera Barat, tempat kelahiran Tan Malaka. Ia mengatakan, Tan Malaka harus dimakamkan di sana sesuai adat Minangkabau, disertai prosesi pemindahan sako atau gelar.
Sementara mantan Gubernur Sumatera Barat, Azwar Anas, turut mendukung gagasan pemindahan jasad Tan Malaka ke tanah leluhurnya. Gagasan tersebut disampaikan Azwar dalam diskusi singkat dengan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan jelang mengikuti kuliah umum kewirausahaan di gedung Rektorat Universitas Andalas Padang, belum lama ini.
"Iya, kami mendukung, sebab beliau (Tan Malaka) pahlawan nasional. Saya dukung gagasan Pemkab Limapuluh Kota untuk pemindahan jasadnya ke tanah kelahiran beliau," kata Azwar Anas yang juga mantan Menteri Perhubungan era Soeharto itu seperti dilansir Antara, Jumat (23/11).
Namun niat memindahkan makam Tan ditolak oleh Pemda Kediri, meski Kediri tetap membuka ruang untuk berdialog.
"Dengan rasa hormat, kami minta pada Pemkab Lima Puluh Kota agar makam (Tan Malaka) tetap di Kediri," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Eko Setiyono di sela acara diskusi publik Tan Malaka di Kampus STAIN Kediri, seperti dilansir Antara, (21/12),
Eko mengatakan, Tan Malaka sudah menjadi bagian dari bangsa, termasuk Kabupaten Kediri. Seluruh elemen masyarakat Kediri, kata Eko, memiliki rasa dan ikut memelihara serta mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan Tan Malaka.
Pemkab Kediri akan berupaya berdialog dengan Pemkab Lima Puluh Kota untuk menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Pemkab Kediri ingin agar jenazah Tan Malaka tetap di makamnya di Kediri.
"Kami bisa rundingkan lagi. Musyawarah lebih baik daripada bertengkar, sehingga tali silaturahmi tetap dipelihara," ujar Eko.
Kematian Tan Malaka sendiri sebenarnya menyisakan kontroversi. Sebagai sosok yang berjuang penuh melawan kolonialisme, cara berjuang Tan kerap dianggap bertentangan dengan pemerintah yang sah.
Menurut sejarawan yang meneliti sosok Tan Malaka hingga 40 tahun, Harry A Poeze, Tan Malaka ditembak mati prajurit nasionalis dalam pelariannya di Gunung Wilis dekat Kediri.
"Ia ditembak mati begitu saja atau ditembak setelah divonis oleh pengadilan semu," tulis Poeze dalam buku Memuliakan, Mengutuk dan Mengangkat Kembali Pahlawan Nasional: Kasus Tan Malaka.
Tan Malaka dieksekusi mati oleh pasukan dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Menurut Poeze, perintah menembak mati Tan datang dari Letda Soekotjo yang dikenal sebagai “Orang kanan sekali yang beropini bahwa Tan Malaka harus dihabisi.”
Jadi, di mana seharusnya makam Tan Malaka berada?

NewsSejarahTan Malaka

500

Baca Lainnya