• 11

Makna Keragaman dalam Nama Pahlawan di Uang Baru

Makna Keragaman dalam Nama Pahlawan di Uang Baru



rbnqlxb5pv5bgwpcprxv.png
wlgxa8szjiowsjfxrw3d.png
hvj9xur8vno5itvdximx.png
o43kelzbd2cajsnisdxd.png
kripusexsrx4mlwhdlup.png
s2txdqdyugbjwqawhijl.png
uslbldwnxwezje4ki0ah.png
uslbldwnxwezje4ki0ah.png
ncwybag5pydnpx20og8p.png
ncwybag5pydnpx20og8p.png
zbfyoe99dnrvilkgjoel.png
zbfyoe99dnrvilkgjoel.png
iktrv2whpc4q95d8qi4d.png
lblcajlwdl9amn8g7hfg.png
Bank Indonesia (BI) baru saja mencetak uang baru tahun emisi 2016 dengan wajah pahlawan-pahlawan dari Sabang sampai Merauke. Presiden Joko Widodo terlihat ingin menunjukkan wajah Indonesia yang penuh kearagaman.
Dari 11 nama pahlawan, terdapat nama yang tak seberapa terkenal di tengah masyarakat Indonesia. Sebut saja, Herman Johannes. Nama tokoh asal Rote tersebut jarang terdengar, di buku pelajaran sejarah pun jarang disebut.
Namun peran Herman untuk Indonesia sungguh besar. Sebagai seorang ilmuwan, Herman pernah terlibat dalam salah satu aksi penyerangan terbesar dalam sejarah perjuangan Indonesia yakni Agresi Militer Belanda I. Bekerja sama dengan Letkol Soeharto, Herman meracik sebuah bom dengan kekuatan besar yang ditaruh di sebuah jembatan gantung.
Ada lagi nama pahlawan dari Bali, I Gusti Ketut Pudja. Begitu banyak nama Gusti di Bali, namun ada yang spesial dari I Gusti Ketut Pudja. Ia ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara). Ia juga hadir dalam perumusan naskah teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
Lain lagi cerita Tjut Meutia. Setelah terakhir Tjut Njak Dien, kini ada lagi pahlawan wanita yang begitu besar jasanya yang gambarnya diabadikan di depan mata uang rupiah. Perempuan dari negeri Serambi Mekah tersebut pernah memimpin pasukan melawan Belanda.
Ia mendesain basis pertahanan dipindahkan ke daerah Gayo dan Alas bersama pasukan yang dipimpin oleh Teuku Seupot Mata. Kemudian pada pertempuran tanggal 25 Oktober di Krueng Putoe, pasukan Tjut Meutia menghadapi serangan Belanda.
Di sinilah Tjut Meutia gugur bersama pasukan muslim yang lain seperti Teuku Chik Paya Bakong, Teungku Seupot Mata dan Teuku Mat Saleh. Menjelang gugur, Tjut Meutia mewasiatkan kepada Teuku Syech Buwah untuk tidak lagi menghadapi serangan Belanda, taktik selanjutnya adalah mundur sejauh mungkin dan menyusun serangan kembali, karena posisi mereka sudah sangat terjepit kali ini. Tjut Meutia juga menitipkan anaknya untuk dicari dan dijaga.
Nama menarik lainnya adalah tokoh dari timur Indonesia, Frans Kaiseipo. Ia dilahirkan di Biak, Papua, pada tanggal 10 Oktober 1912. Di tengah masyarakat Papua yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, Frans ibarat pengobar persatuan. Ia pernah secara sembunyi-sembunyi melakukan upacara bendera bersama teman-temannya.
Frans juga menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di Konferensi Malino, konferensi antarbangsa yang membahas perdamaian dunia khususnya di Asia. Di forum tersebut ia berteriak soal keinginannya agar Papua menjadi bagian dari Indonesia.
Masih ada 6 pahlawan nasional lainnya yang mendampingi Soekarno-Hatta yang tak tergantikan. Mereka adalah pejuang dari Sumatera Utara Tahi Bonar Simatupang, ulama Nahdhatul Ulama Idham Chalid, tokoh pembaruan Jakarta M.H Thamrin, teknorat berprestasi dari Bandung Djuanda Kartawidjaja, dokter pemberontak dari Jepara Tjipto Mangoenkoesoemo serta akademisi dari Sulawesi, Sam Ratulangi.

Uang Pecahan Baru

Gambar desain uang pecahan baru tahun emisi 2016. (Foto: Aditia Noviansyah)

Uang Pecahan Baru

Gambar desain uang pecahan baru tahun emisi 2016. (Foto: Aditia Noviansyah)

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam peluncuran uang desain baru, Senin (19/12) menekankan bahwa uang baru ini diciptakan untuk menunjukkan kekhasan Indonesia.

Terakhir saya tekankan, bahwa karena rupiah adalah ciri khas, identitas Indonesia, maka mari kita semuanya menjaga martabat dan kedaulatan rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di seluruh dunia

- Jokowi



UangBisnisNewsKeuanganUang Baru

500

Baca Lainnya