• 1

Menelusuri Jejak Ovie, Perekrut Omen yang Didor Densus 88 di Tangsel

Menelusuri Jejak Ovie, Perekrut Omen yang Didor Densus 88 di Tangsel



Bom Tangsel

Suasana tempat ditemukannya bom di Tangerang Selatan. (Foto: Akbar Ramadhan)
Omen, salah satu teroris yang mati ditembak polisi di daerah Tangerang Selatan hari ini merupakan anak buah Achmad Taufik alias Ovie. Ovie adalah narapidana kasus rencana pengeboman di Kedutaan Besar Myanmar tahun 2013 lalu.
"Omen adalah residivis kasus pembunuhan. Dia direkrut Ovie yang pernah merencanakan pengeboman di Kedubes Myanmar pada tahun 2013," kata Kabag Mitra Ropenmas Mabes Polri Kombes Awi Setiyono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (21/12).

Kapolda Metro Jaya

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (tengah) meninjau keamanan. (Foto: ANTARA FOTO)
Omen mengenal Ovie sebelum perencanaan aksi pengeboman di Kedubes Myanmar. Omen pun direkrut Ovie untuk membantu aksi-aksi amaliyah.
Ovie dan rekannya Mambo ditangkap tim Densus 88 pada 3 Mei 2013, sekitar pukul 21.00 WIB. Ovie saat ditangkap membawa 5 bom pipa rakitan dalam tasnya.
Kini Ovie masih menjalani masa tahanan. Ia dituntut jaksa dengan hukuman pidana 8 tahun penjara
Peran Ovie sebagai perekrut cukup besar. Perannya bisa disejajarkan dengan gembong teroris Noordin M Top. Noordin tidak saja dikenal sebagai ahli perakit bom, jebolan Universiti Teknologi Malaysia ini juga memiliki reputasi dalam merekrut "calon pengantin" atau pelaku bom bunuh diri.

Breaking NewsNewsBomBom Tangsel

500

Baca Lainnya