• 2

Silang Pendapat Tan Malaka dan Sukarno soal Belanda

Silang Pendapat Tan Malaka dan Sukarno soal Belanda



Tan Malaka, Soekarno, Sjahrir

Tan Malaka, Soekarno, Sjahrir duduk bersama. (Foto: KITLV)
Sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka kerap berseberangan pendapat dengan Sukarno. Jika Sukarno masih bisa "baik" dengan Belanda, Tan Malaka merasa tak ada untungnya berunding dengan Belanda.
"Bulan November 1945, terjadi perang habis-habisan di Surabaya. Tan Malaka menegur Sukarno dan Bung Hatta, berkata tidak usah kita (Indonesia) berunding dengan Belanda. Tan Malaka merasa tak ada untungnya," kata peneliti Lembaga Pengkajian dan Penelitian Masyarakat (LPPM) Asral saat berbincang dengan kumparan, Jumat (23/12).
Tan Malaka juga pernah kecewa kepada Sukarno. Satu waktu, Sukarno tak datang saat diundang Tan Malaka untuk hadir pada acara pembentukan Persatuan Perjuangan, organisasi yang bertujuan menyingkirkan Belanda dari Indonesia.
"Konflik batin yang dialami Tan Malaka yaitu beliau sangat kecewa kepada Bung Karno. Bung Karno sendiri sosok yang dekat dengan beliau secara perjuangan," kata Asral.
Menurutnya, perjuangan Tan Malaka memang berbeda dengan Sukarno. Namun kecintaan Tan kepada Indonesia amat besar.

Tan Malaka pernah mengatakan kepada anggota-anggota komunis, jika Indonesia ini berjuang tanpa Islam, maka takkan pernah merdeka

- Arsal (Peneliti LPPM)

Tan Malaka, menurut Arsal, adalah orang yang paling menderita setelah banyak melakukan perlawanan. Salah satu bentuk perlawanan Tan Malaka terjadi pada 1926 ketika ia mencegah PKI berontak karena partai tersebut masih lemah sementara Belanda sedang kuat-kuatnya. Mmentumnya tidak repat
"Bagi Tan Malaka, merdeka 100 persen atau mati. Hanya itu pilihannya," kata Asral.
Ia cukup heran karena nama Tan Malaka jarang diulas dalam buku sejarah yang digunakan anak-anak Indonesia.
Sementara soal yang kini menyeruak tentang perebutan makam Tan Malaka oleh dua pemerintahan daerah, yakni Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Pemerintah Kabupaten Kediri, Asral berpendapat pemerintah mesti mencari solusi.
"Saya menyerahkan hal itu kepada pemerintah. Yang terpenting jasa Tan Malaka harus menjadi perhatian bangsa ini. Anak-anak Indonesia harus tahu siapa Tan Malaka," kata dia.

Tan Malaka

Tan Malaka, sosok pahlawan Indonesia, (Foto: KITLV)



NewsSosialSejarahSukarnoTan Malaka

500

Baca Lainnya