• 3

Tarik-Menarik Makam Tan Malaka

Tarik-Menarik Makam Tan Malaka



Makam Tan Malaka

Makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kediri. (Foto: Prasetia Fauzani)
Kenal Tan Malaka? Nama tokoh revolusioner itu kembali ramai diperbincangkan. Penyebabnya, ada rencana pemindahan makam sosok yang telah diberi gelar pahlawan nasional pada 1963 itu dari Kediri, Jawa Timur, ke Sumatera Barat.
Dorongan pemindahan makam tersebut disuarakan oleh para pejabat daerah Limapuluh Kota, Payakumbuh, Sumatera Barat, dan peneliti Tan Malaka Institue (TMI). Mereka ingin mengembalikan jasad pahlawan bernama asli Ibrahim Datuk Tan Malaka itu ke tanah leluhurnya.
Pada sebuah rapat antarinstansi di Limapuluh Kota pada Rabu (7/12), Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan kembali berbicara serius soal pemindahan makam Tan Malaka, pahlawan dengan pemikiran yang dipengaruhi oleh Karl Marx.
Selain Ferizal, hadir dalam rapat tersebut Direktur TMI Sumatera Barat Yudilfan Habib, beberapa tetua adat dari wilayah tersebut, dan mantan Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo.
Rapat membahas penyusunan rencana pemindahan jasad Tan Malaka yang akan dilakukan tahun depan.
"Sepulang ziarah ke makam Tan Malaka di Kediri beberapa waktu lalu, saya banyak ditemui dan ditelepon para kepala daerah dan tokoh Sumatera Barat. Mereka memberi dukungan atas rencana pemindahan jasad Ibrahim Datuk Tan Malaka dari Selopanggung ke Pandam Gadang," kata Ferizal Ridwan seperti dikutip dari laman pribadinya, www.ferizalridwan.com.
Menurut Ferizal, alasan kuat niat memindahkan jasad Tan Malaka didasari adanya permohonan dari keluarga dan masyarakat Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Sumatera Barat, tempat kelahiran Tan Malaka. Ia mengatakan, Tan Malaka harus dimakamkan di sana sesuai adat Minangkabau, disertai prosesi pemindahan sako atau gelar.
Sebelumnya, pemindahan makam Tan Malaka rencananya akan dilakukan 21 Februari 2016. Tanggal itu dipilih karena almarhum meninggal pada 21 Februari 1949. Namun pemindahan tersebut gagal karena masih ada perdebatan.
Direktur TMI, Yudilfan Habib, mengatakan TMI Sumatera Barat bersama para tokoh masyarakat Luak Limopuluah akan mendesak pemerintah daerah agar dapat memfasilitasi pemindahan jasad Tan Malaka dari Desa Selo Panggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, ke kampung halamannya di Nagari Pandam Gadang.
"Sebuah kewajiban bagi kita semua untuk meluruskan kembali kiprah sejarah beliau. Apalagi beliau adalah seorang pemangku adat. Jadi sangatlah wajar kami menilai, secara kultur karena matrilineal, sebagai penghulu, (Tan Malaka) berhak diminta oleh kemenakannya untuk bisa dimakamkan di tanah kaumnya," kata Habib.

Tan Malaka

Tan Malaka, sosok pahlawan Indonesia, (Foto: KITLV)
Sejauh ini pemindahan makam Tan Malaka menemui hambatan. Pemerintah Kabupaten Kediri keberatan.
"Dengan rasa hormat, kami minta pada Pemkab Lima Puluh Kota agar makam (Tan Malaka) tetap di Kediri," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Eko Setiyono di sela acara diskusi publik Tan Malaka di Kampus STAIN Kediri, seperti dilansir Antara, kemarin.
Ia mengatakan Tan Malaka sudah menjadi bagian dari bangsa, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Seluruh elemen masyarakat Kediri, kata Eko, memiliki rasa dan ikut memelihara serta mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan Tan Malaka.
Pemkab Kediri akan berupaya berdialog dengan Pemkab Lima Puluh Kota untuk menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Pemkab Kediri ingin agar jenazah Tan Malaka tetap di makamnya di Kediri, meski keluarga menginginkan jenazah dipindah ke Sumatera Barat.
"Kami bisa rundingkan lagi. Musyawarah lebih baik daripada bertengkar, sehingga tali silaturahmi tetap dipelihara," ujar Eko.
"Kami bukan tidak mengurusi (makam Tan Malaka), tapi menunggu (dana) dari Kementerian Sosial yang belum diterima. Tapi melalui desa, makam dipelihara dengan baik," kata dia.
Menarik ditunggu, apakah jasad pahlawan yang secara ideologi berseberangan dengan Soekarno itu jadi dipindahkan atau tidak.

NewsSejarahTan Malaka

500

Baca Lainnya