• 2

Telolet: Lebih Dulu di India, Heboh di Indonesia

Telolet: Lebih Dulu di India, Heboh di Indonesia



00:00:00/00:00:00

Om Telolet Om
Fenomena "Om Telolet Om" tengah mendunia. Di Twitter, sebanyak 250 ribu cuitan "Om Telolet Om" telah bertebaran. Kalimat itu pun menjadi viral dan sempat berada di posisi sembilan trending topic worldwide. DJ Snake dan DJ Marshmello pun turut meramaikan fenomena "Om Telolet Om".

Fenomena klakson "telolet" di Indonesia ditenggarai bermula muncul dari aksi segerombolan anak kecil di Jawa Tengah dalam memburu klakson bus lintas provinsi. Berdasarkan penelusuran kumparan, bahkan sejak lima-enam tahun silam di jalur lintas Solo dan Wonogiri sudah ramai aksi tersebut. Fenomena ini kemudian viral setelah Bis Mania Community mengunggah video bertitel "HEBOH BUS TELOLET#: NGABUL PUNYA CERITA "TELOLET" di Youtube pada 14 Desember 2016. Dalam video tersebut, terlihat segerombolan anak kecil di ruas jalan di Desa Ngabul, Jepara, Jawa Tengah, yang begitu antusias memburu klakson "telolet".
Tapi tahukah Anda bahwa fenomena klakson "telolet" sejatinya telah lebih dulu muncul di Tanah Hindustan? Ya, di India, banyak pabrik menjual ragam klakson berbunyi unik tersebut. Bahkan India acap dianggap sebagai "bangsa klakson" lantaran setiap pengemudi tidak akan jalan jika klakson mereka tidak hidup. Namun, karena klakson buatan pabrik lokal mudah rusak, maka banyak sopir yang kewalahan. Pabrik-pabrik pembuat klakson mulai berbenah, termasuk dengan menambah variasi suara klakson. Di antaranya berbunyi "telolet".
Pada tahun 2008, klakson "telolet" khas India tersebut diekspor ke indonesia dan laris manis hingga sampai sekarang terkenal dengan sebutan "telolet".
Hari ini hashtag #OmTeloletOM mendunia. Selebritis luar negeri bahkan membuat status #OmTeloletOm di akun media sosial mereka. Yang paling menarik adalah ketika seorang Disk Jockey (DJ) dari Amerika Serikat berkomentar "Om Telolet Om" di akun instagram presiden AS terpilih Donald Trump, @DonaldTrump.
Setelah ramai diperbincangkan, muncul komunitas pemburu klakson "telolet" di berbagai daerah di Jawa. Mereka sampai membuat kode etik dan pendaftaran resmi bagi mereka yang ingin merasakan sensasi memburu klakson "telolet" bersama-sama.
Menurut komunitas-komunitas itu, para pemburu klakson "telolet" harus tetap memerhatikan keselamatan mereka dan pengguna jalan lain, termasuk si sopir bus "telolet." Misalnya, dalam merekam, para pemburu klakson "telolet" tidak boleh menggunakan flash. Mereka juga tidak boleh merekam hingga ke tengah jalan raya.

Bus Telolet

Bus jurusan Tasik-Jakarta berklakson 'telolet' (Foto: Aria Pradana)
Tentu tak semua bus memiliki suara klakson "telolet". Hanya bus-bus berukuran besar seperti bus lintas provinsi saja yang punya klakson itu. Maklum, harga satuan klakson "telolet" cukup mahal, mulai Rp 950 ribu hingga Rp 1,5 juta.
Suara klakson "telolet" ini bisa divariasikan. Yang bermunculan sekarang, klakson telolet dibuat seperti lagu-lagu yang akrab di telinga masyarakat Indonesia seperti Naik Delman, Selamat Ulang Tahun hingga soundtrack kartun Si Unyil.
Seperti aksi-aksi yang viral sebelumnya, fenomena "Om Telolet Om" kini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk meraup keuntungan. Salah satu caranya dengan membuat aplikasi yang berkaitan dengan bunyi klakson tersebut.
Hingga hari ini, sudah ada 45 aplikasi yang bisa diunduh publik dengan label "Om Telolet Om". Aplikasi tersebut terdiri dari ring back tone, games hingga sekadar informasi seputar fenomena "Om Telolet Om".

7 Fun Facts Klakson Bus Telolet

7 Fun Facts Klakson Bus Telolet (Foto: Bagus/kumparan)


NewsMedia SosialSosial MediaTelolet

500

Baca Lainnya