Terinspirasi Ahok, Rian Ernest Bakal Nyaleg Lewat PSI

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PSI kenalkan 3 bakal caleg di DPP PSI (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PSI kenalkan 3 bakal caleg di DPP PSI (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Mantan Staf Ahok, Rian Ernest, mantap mendaftarkan diri sebagai salah satu bakal calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rian mengaku tertarik menjadi politisi setelah bekerja bersama Ahok.

"Saya bantu Pak Ahok jadi staf beliau. Saya ikuti beliau bekerja dari pagi sampai jam 8 malam tiap hari. Dari situ, kita bisa lihat secara langsung seperti apa proses kebijakan berpolitik, lalu saya katakan bahwa saya juga bisa (terjun di politik)," ungkap Rian saat mendaftarkan diri sebagi bakal caleg dari PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (31/10).

Rian mengaku, banyak belajar politik selama menjadi staf yang bertugas memeriksa dokumen dari sisi hukum sebelum ditanda tangani oleh Ahok. Meski merasa cukup puas, Rian merasa bekerja di bawah orang lain saja tidak cukup untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

"Saya sadar, Pak Ahok tidak selamanya ada di posisinya. Dia bisa sakit, bisa khilaf, dan sekarang faktanya dia di penjara sekarang," tambahnya.

Dari pemikiran tersebut, Rian akhirnya memantapkan diri untuk terjun langsung dalam politik praktis. Ia sendiri memilih PSI karena merasa cocok dengan visi misi PSI yang didominasi anak muda.

"Kenapa PSI? Pertama, karena menjadi pengurus PSI harus di bawah 45 tahun. Lalu kedua, syarat menjadi kader PSI adalah belum pernah menjadi pengurus parpol lain. Jadi bisa dipastikan, partai ini masih bersih," jelas Rian.

Selain Rian, dua orang bakal caleg dari PSI juga ikut diperkenalkan. Mereka adalah Dini Purwono dan Surya Tjandra, yang sama-sama aktif di bidang hukum.

"Kita lihat dari profilnya, mereka lulusan terbaik sekolah advokat terbaik. Dengan mudah sebenarnya mereka bisa kerja dimana saja dengan gaji besar. Tapi mereka mau mengambil keputusan, di jalan susah yang dicap kotor, gelap, becek," ungkap Ketua Umum PSI, Grace Natalie di tempat yang sama.

Ia mengaku beruntung bisa menggaet praktisi profesional di bidangnya sebagai kader PSI. Ia juga menyebutkan, kader-kader PSI tersebut adalah orang yang terjun ke politik murni karena ingin memang ingin mengabdi.

"Kita beruntung, mereka mau ke sini. Bukan orang-orang yang ngemi-ngemis kerjaan dan proyek-proyek dari pemerintah. Bukan itu," tambahnya.

Ia juga berharap, langkah ketiganya bisa menjadi penarik bagi praktisi-praktisi profesional muda lainnya untuk bergabung bersama PSI.

"Kita butuh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Saya yakin akan ada perubahan yang baik, tetapi jangan sendirian. Kalau sendirian melawan yang enggak bener akan susah. Harus ada lebih banyak orang lagi untuk fight di dalem," ujar Grace.