• 3

Tujuh Permintaan Maaf Ahok

Tujuh Permintaan Maaf Ahok



Basuki T Purnama atau Ahok jalani sidang perdana kasus penistaan agama

Ahok menangis saat menbacakan nota pembelaan di hadapan majelis hakim di sidang perdana kasus penistaan agama. (Foto: pool/cnn indonesia/safir makki)
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkali-kali meminta maaf dan menyesali ucapan sepintasnya soal surat Al-Maidah ayat 51 yang kemudian menuai polemik. Namun, ucapan maaf tak berarti Ahok bebas.
Ahok didakwa menista agama. Hari ini, Selasa (20/12), Ahok harus menjalani persidangan keduanya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, meski ia berulang kali mengatakan tak berniat menista agama. Mantan Bupati Belitung Timur itu pertama kali meminta maaf di hadapan publik pada tanggal 9 Oktober di Balai Kota.

Saya meminta maaf kepada semua umat Islam yang tersinggung, saya mohon maaf. Tidak ada maksud saya untuk menjelek-jelekkan Islam atau al quran

- Ahok

Ahok meminta maaf setelah disurati MUI karena dinilai menyebabkan kegaduhan publik. MUI tak lama kemudian mengeluarkan keputusan bersama bahwa Ahok terbukti menista agama. Ahok dinyatakan bersalah menurut pandangan MUI.
Sebagian kelompok umat Islam kemudian "marah". Mereka kemudian melancarkan aksi bertajuk Aksi Bela Islam I pada 16 Oktober 2016.
Aksi ini diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI). Para pengunjuk rasa menuntut agar polisi mengusut tuntas kasus Ahok.
Polisi kemudian berjanji akan menuntaskan penyelidikan kasus ini dalam waktu dua minggu. Massa menunggu, namun jelang dua minggu berselang tak ada kabar Ahok segera dijadikan tersangka kasus penodaan agama. Seperti tuntutan mereka.
Tanggal 3 November, Ahok kembali minta maaf di hadapan publik. Kali ini lewat media televisi, tepatnya di acara Talk Show Berita Satu TV. Ahok sekali lagi menyatakan tak ada sedikit pun niatnya menista agama Islam.
Namun maaf tinggal lah maaf. Massa sudah kadung "tersakiti". Akhirnya Aksi Bela Islam II tak terelakkan. Ratusan ribu umat Islam berbau putih menagih janji polisi.
2 hari kemudian tepatnya tanggal 6 Oktober, Ahok resmi dinyatakan menjadi tersangka.  Namun mantan Bupati Belitung Timur itu tak ditahan. Ahok semakin merasa bersalah.
Dua pekan kemudian, tepatnya di tanggal 21 November Ahok meminta maaf lagi sampai dua kali. Saat Nusron menasihati dirinya, Ahok meresponnya dengan permintaan maaf sambil menunduk.


Di hari yang sama Ahok lagi-lagi meminta maaf. Kali ini di markas pemenangan Ahok-Djarot di Rumah Lembang, Menteng. Di hadapan pria paruh baya, Ahok tak kuasa menahan air mata menyatakan permintaan maafnya. Sekali lagi, Ia mengungkapkan tak pernah ada niat menista agama.

Saya meminta maaf dan berjanji untuk memperbaiki sikap saya

- Ahok


Meski demikian, GNPF MUI merasa Ahok seharusnya ditahan. Rencana aksi ketiga pun disusun. Di sisi lain, Ahok merasa situasi semakin tidak kondusif. Di tanggal 27, Ahok kembali meminta maaf dua kali berturut-turut.
Siang harinya, didampingi Yusril Ihza Mahendra di acara pagelaran adat masyarakat Belitung, Ahok untuk kesekian kalinya meminta maaf.
Malam harinya, di acara Mata Najwa, Ahok bukanlah Ahok yang sebelumnya dikenal tegas dan dianggap beberapa pihak kasar.
Di hadapan penonton dan juga lawannya di Pilgub DKI 2017, Ahok meminta maaf. Entah untuk ke berapa kalinya. Termutakhir, Ahok meminta maaf sambil tersedu saat duduk di kursi pesakitan. Di sidang perdananya (13/12) Ahok lagi-lagi merasa tak pernah ada niat menista agama.

Sidang perdana Basuki T Purnama atau Ahok

Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di PN Jakarta Utara, Jalan Gadjah Mada, Jakpus. Ahok menjadi terdakwa di kasus penodaan agama. (Foto: pool/cnn indonesia/safir makki)


HukumNewsPolitikSidang AhokAhok

500

Baca Lainnya