Tekno & Sains
·
14 Januari 2021 12:13

Kesadaran Penggunaan Masker saat COVID-19 Masih Harus Ditingkatkan

Konten ini diproduksi oleh Farhan Adrian
Penggunakan masker adalah salah satu tindakan yang sangat penting dilakukan saat COVID-19 karena dapat mengurangi transmisi virus dan risiko pajanan, terutama jika disertai dengan social distancing, meningkatkan ventilasi udara, mencuci tangan, serta tindakan pencegahan lainnya. Orang yang tidak merasa sakit harus menggunakan masker karena terdapat banyak orang yang menderita COVID-19 namun tidak merasakan gejala apapun, sehingga berpotensi untuk menularkan virus pada orang lain. Penggunaan masker juga sebaiknya dilakukan ketika physical distancing tidak dapat dilakukan, seperti dalam tempat yang ramai, angkutan umum, dan tempat yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menggunakan masker, meskipun pandemi COVID-19 telah berlangsung selama 10 bulan. Misalnya, baru-baru ini terdapat pula kabar bahwa Raffi Ahmad tidak menggunakan masker ataupun physical distancing setelah divaksinasi. Selain itu, sejak Juni 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan denda bagi warga yang tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah sebesar Rp100.000,- hinga Rp250.000,-. Hingga 24 November 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengantongi Rp5.000.000.000,- dari denda akibat tidak menggunakan masker di luar rumah. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran penggunaan masker masih cukup rendah, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya.
Masalah lain yang muncul adalah tersebarnya misinformasi atau hoax yang beredar di media sosial. Misalnya, terdapat mitos bahwa menggunakan masker dapat meningkatkan jumlah karbon dioksida yang dihirup sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit. Hal ini tidak benar, karena karbon dioksida dapat keluar dan masuk ke dalam masker secara lancar. Banyak tenaga kesehatan yang menggunakan masker dalam jangka waktu yang lama dan mereka tidak mengalami gangguan kesehatan. Terdapat pula misinformasi bahwa masker tidak mampu melindungi seseorang dari COVID-19. Hal ini juga tidak benar, karena masker bertujuan untuk mengurangi jumlah droplet yang disebarkan ke udara saat berbicara, batuk atau bersin, sehingga dapat mencegah orang lain terkena virus COVID-19. Adanya misinformasi tersebut tentunya sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi persepsi masyarakat dalam menggunakan masker.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk meningkatkan kesadaran menggunakan masker. Salah satu metode tersebut adalah melalui promosi kesehatan. Saat ini, masyarakat umumnya bergantung kepada media sosial, internet, dan smartphone, sehingga kampanye promosi kesehatan sebaiknya dilaksanakan secara daring dan dapat diakses melalui ponsel. Promosi kesehatan dapat berupa kampanye daring seperti memberikan informasi akurat tentang COVID-19, menjelaskan dan menghentikan misinformasi yang beredar agar masyarakat dapat menyaring antara informasi yang benar dengan hoax, sekaligus mengajak masyarakat untuk menyebarkan informasi tersebut sehingga orang lain juga dapat mengetahuinya. Layanan hotline COVID-19 juga sangat berguna agar masyarakat dapat dengan mudah mengetahui apabila informasi yang mereka dapatkan benar atau tidak. Dalam kampanye tersebut, promotor kesehatan dapat memasukkan pesan yang mengajak masyarakat untuk menggunakan masker.
ADVERTISEMENT
Saat ini, vaksin untuk COVID-19 sudah mulai didistribusikan, namun, hal ini bukan berarti seseorang tidak perlu menggunakan masker, karena masker masih dapat menurunkan transmisi virus pada orang lain. Untuk itu, pemerintah juga sebaiknya melakukan tindakan seperti melakukan kampanye untuk mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan masker serta tindakan pencegahan lainnya masih sangat penting meskipun sudah divaksinasi. Dengan hal tersebut, diharapkan masyarakat dapat terbiasa untuk menggunakan masker, sehingga dapat terus mengurangi jumlah kasus COVID-19 di Indonesia.

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white