• 0

Hantu Datang di Malam Natal: David Moyes Kembali ke Old Trafford

Hantu Datang di Malam Natal: David Moyes Kembali ke Old Trafford



David Moyes

Spanduk bertuliskan "The Chosen One" dibentangkan pendukung Manchester United di Old Trafford untuk David Moyes. (Foto: Alex Livesey)
Awan gelap perlahan mulai enyah dari Old Trafford. Optimisme, meski belum dalam skala penuh, mulai semburat. Tiga kemenangan beruntun, walau masing-masing hanya lewat selisih satu gol, berhasil dibukukan Manchester United dalam tiga pertandingan terakhir Premier League.
Gelar juara barangkali masih terlalu jauh dari jangkauan, tetapi kalau cuma berbicara soal lolos ke Liga Champions musim depan, rasanya United sudah mulai boleh berharap. Konsistensi jelas harus dijaga betul. Apa yang terjadi pada awal musim -- saat mereka tiba-tiba kehilangan momentum usai menang dalam tiga laga pembuka -- tak boleh terjadi lagi.
Kemampuan Manchester United dalam menjaga konsistensi dan momentum ini akan mendapat ujian berat di Boxing Day. Jika mereka gagal menang, bisa jadi mereka akan kehilangan momentum lagi.
Celakanya, lawan yang akan dihadapi United pada Boxing Day  nanti adalah klub dengan julukan tak mengenakkan: Sunderland alias “Si Kucing Hitam”. Yang lebih membuat waswas, tim dari muara Sungai Wear itu kini ditangani oleh orang yang identik dengan masa-masa suram United: Dia-yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut, David Moyes.
Untuk menyambut bertemunya kembali Manchester United dengan Kau-Tahu-Siapa, kumparan mengajak kalian untuk mengingat kembali momen-momen penting saat Old Trafford berada di bawah kekuasaan Sang Pangeran Kegelapan.
11 Agustus 2013: Kemenangan Perdana di Laga Resmi
Pertandingan melawan Wigan di Community Shield menjadi laga resmi perdana Manchester United di bawah David Moyes. Pertandingan ini, di atas kertas, tentu bakal berjalan mudah karena Wigan pada musim sebelumnya baru terdegradasi ke Divisi Championship.
Harapan pendukung United untuk melihat klub kebanggaan mereka menang akhirnya terwujud setelah “Setan Merah” memenangi pertandingan dengan skor 2-0. Dua gol Manchester United dicetak oleh Robin van Persie pada menit ke-6 dan ke-59.
Meski menang, banyak pihak yang merasa kecewa dengan penampilan United. Daniel Taylor dari The Guardian mengatakan bahwa meski United mendominasi pertandingan, namun mereka gagal menunjukkan kualitas permainan yang jauh lebih baik ketimbang Wigan.
Trofi Community Shield yang mereka dapatkan ini menjadi satu-satunya trofi yang dapat diberikan oleh Moyes selama mengabdi di United.
17 Agustus 2013: Kemenangan Perdana di Liga Premier
Selang seminggu setelah kemenangan di Community Shield, United langsung berlaga di Liga Premier. Swansea City, klub yang tampil mengejutkan di Premier League musim 2012/13 dengan duduk di peringkat kesembilan, menjadi lawan mereka di pertandingan pertama.

Robin van Persie

Robin van Persie mencetak gol pembuka kemenangan Manchester United atas Swansea pada laga perdana musim 2013/14. (Foto: Michael Steele)
Bertandang ke Liberty Stadium, Moyes sukses membukukan kemenangan pada laga debutnya di liga. Pada laga tersebut, United menang atas tuan rumah dengan skor 4-1. Robin van Persie yang mencatatkan penampilan ke-50 untuk United di laga tersebut membuka kemenangan lewat gol yang ia cetak di menit ke-34. Selang dua menit, United menambah keunggulan lewat gol dari Danny Welbeck. Pada babak kedua, kedua pemain tersebut kembali mencetak masing-masing satu gol. Empat gol United tersebut hanya mampu dibalas satu gol oleh Swansea melalui Wilfried Bony.
28 September 2013:  Kalah dari West Bromwich Albion di Old Trafford
Predikat The Chosen One yang disematkan kepada Moyes perlahan mulai luntur seiring inkonsistensi yang ditunjukkan oleh United dalam lima pertandingan perdana United di Premier League. Di pekan keenam, inkonsistensi berlanjut dan United lagi-lagi menelan kekalahan.
West Bromwich Albion, yang diprediksi bakal dikalahkan United, membalikkan semua prediksi. Di bawah komando Steve Clarke, West Bromwich Albion sukses mengalahkan United dengan skor 2-1. Kemenangan ini bahkan menjadi kemenangan perdana West Brom atas United sejak 1978.
Tertinggal lebih dulu lewat gol Morgan Amalfitano, United mampu membalas lewat gol dari Wayne Rooney. Namun, satu gol tambahan West Brom dari Saido Berahino tidak mampu dibalas lagi oleh United.
20 Desember 2013: Bersitegang dengan Danny Welbeck
Keberadaan beberapa pemain senior di lini depan seperti Robin van Persie, Wayne Rooney, dan Javier Hernandez, membuat pemain muda seakan dilupakan. Akibatnya, para pemain muda seperti Danny Welbeck merasa seperti tidak dihargai.

Danny Welbeck

Danny Welbeck sedang bersantai di sela-sela sesi latihan Manchester United tahun 2014. (Foto: Alex Livesey)
Welbeck ketika itu menyebutkan bahwa ia diharapkan oleh Moyes untuk mencontoh sikap Wayne Rooney yang berlatih lebih keras. Teguran itu membuat Welbeck merasa tersinggung karena ia merasa sudah berlatih keras sejak dia masih berada di tim junior United.Dalam wawancara dengan The Guardian, Welbeck yang kini berseragam Arsenal itu berkata, “Saya mengalami beberapa cedera di musim ini. Jadi, saya rasa mungkin itu yang membuat Moyes jarang melihat saya di sesi latihan."
Januari 2014: Muncul Kekecewaan dari Pemain United
Pergantian manajer dari Sir Alex Ferguson ke David Moyes masih belum mampu diterima oleh sebagian pemain United. Januari 2013, memasuki pertengahan musim, The Guardian mengatakan bahwa beberapa pemain mulai mempertanyakan keputusan-keputusan yang diambil oleh Moyes.
Rio Ferdinand manjadi satu nama yang tak gembira dengan beberapa keputusan Moyes. Salah satu hal yang ia kritisi adalah keputusan Moyes menunjukkan susunan pemain yang akan bermain pada hari H pertandingan, alih-alih H-1 seperti yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson.
Tidak hanya itu, Moyes juga menunjukkan gelagat-gelagat untuk menyingkirkan pemain yang tak sesuai skemanya, seperti Patrice Evra. Disebut dalam artikel yang sama bahwa Evra cukup kecewa mendengar keputusan Moyes untuk menarik Leighton Baines, anak asuhnya di Everton dulu.
Belakangan, setelah Moyes keluar dari United, Ferdinand kembali menyatakan ketidaksukaannya terhadap sang mantan gaffer. Penyebabnya simpel: Moyes melarang para pemain United memakan kentang goreng sehari sebelum pertandingan. Menurut Ferdinand seperti dikutip Irish Independent, pada era kepelatihan Sir Alex, tidak pernah ada larangan-larangan seperti itu.

Kentang Goreng (Ilustrasi)

Kentang Goreng (Ilustrasi) (Foto: Pixabay)
“Seharusnya, hal seperti itu (makan kentang goreng) bukan sesuatu yang perlu diatur-atur. Anak-anak kesal dengan adanya aturan seperti itu. Lalu ketika Moyes pergi dan Giggsy (sapaan akrab Ryan Giggs, red) mengambilalih, kalian tahu apa yang terjadi?” ujar Ferdinand dengan nada kesal.
“Moyes baru pergi selama 20 menit dan kami sedang latihan fisik dengan sepeda statis. Salah satu dari kami lalu berkata, ‘Kita harus segera menemui Giggsy dan minta kentang goreng kita dikembalikan,’” tambahnya.
25 Februari 2014: Kalah di Kandang Olympiakos
United menjalani pertandingan babak 16 besar Liga Champions 2013/14 dengan menghadapi Olimpiakos Piraeus. Diprediksi bakal menang mudah pada laga leg pertama di Piraeus, United malah kalah dengan skor 0-2.
Dua gol dari Alejandro Dominguez dan Joel Campbell membuat beban United menjadi sangat berat pada leg kedua. Bukan hanya skor akhir yang mengecewakan, secara permainan pun tidak ada satu aspek positif pun yang mampu ditunjukkan anak-anak “Setan Merah”. Manchester United memang akhirnya berhasil membalikkan keadaan dengan menang 3-0 pada leg kedua di Old Trafford dan lolos ke babak perempat final, tetapi publik sudah terlanjur gerah.
Akhir Maret 2014: Gagal Menghindarkan Pemain dari Sikap Indisipliner
Masa kepemimpinan David Moyes di United juga diwarnai oleh tindakan indisipliner dari  Tom Cleverley, Danny Welbeck, dan Ashley Young. Tiga pemain ini tertangkap kamera sedang menghabiskan malam di pusat Kota Manchester, padahal Moyes menyuruh para pemainnya beristirahat setelah melakoni laga tandang di Muenchen. Ketiga pemain ini pun mengikuti jejak Chris Smalling yang diberi hukuman oleh Moyes sebulan sebelumnya akibat mengunggah foto dengan mengenakan rompi bom bunuh diri.

Sepak BolaLiga InggrisDavid MoyesManchester UnitedSports

500

Baca Lainnya