• 4

Happy Ending untuk Drama Pembayaran Honor Eki Febri Ekawati

Happy Ending untuk Drama Pembayaran Honor Eki Febri Ekawati


Eki Febri Ekawati

Atlet tolak peluru, Eki Febri Ekawati. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Drama keterlambatan pembayaran dana akomodasi yang menimpa salah satu atlet dari cabang olahraga tolak peluru, Eki Febri Ekawati, telah mencapai episode final dan berakhir bahagia.
Sebelumnya, Eki sempat menyampaikan keluh kesahnya di media sosial terkait belum dibayarkannya hak sebagai seorang atlet selama pemusatan latihan hingga berakhirnya ajang SEA Games 2017 lalu. Keluhan Eki itu pun sempat menghebohkan jagat olahraga Indonesia hingga akhirnya sampai ke pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga.


Mengetahui hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, langsung bereaksi dan meminta Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk segera menyelesaikan masalah pembayaran akomodasi atlet.
Kini, atlet 24 tahun peraih medali emas di ajang SEA Games 2017 lalu itu telah mendapatkan haknya berupa dana akomodasi selama pemusatan latihan nasional (pelatnas) dari Januari 2017 hingga berakhirnya ajang dua tahunan tersebut.
Dana sebesar Rp 121 juta yang telah dijanjikan oleh Kemenpora melalui Pejabat Pembuat Kebijakan Satlak Prima Bagian Keuangan kini telah diterima oleh Eki.

Eki Febri Ekawati (bukan cover)

Konfirmasi Eki Febri. (Foto: Instagram.)

Melalui akun Instagram pribadinya, Eki mengungkapkan terima kasihnya kepada pihak Kemenpora dan menyebut akun Menpora serta pihak terkait yang telah membantu proses pencairan dananya dalam unggahan tersebut.
"Salam Olahraga!! Saya Eki Febri Ekawati mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak @nahrawi_imam, Bapak Gatot, Satlak Prima dan juga pihak-pihak terkait, yang dengan cepat menanggapi dan membantu saya dalam penyelesaian masalah uang makan dan akomodasi hotel."
"Saya juga meminta maaf apabila asa kata-kata yang kurang berkenan selama ini. Bravo olahraga INDONESIA," tulisnya.
Sebelumnya, persoalan ini juga sudah mendapatkan tanggapan dari Satlak Prima. Kala itu, mereka menyebut bahwa persoalan ini perkara miskomunikasi belaka.


SportsSEA Games 2017MenporaKemenpora

500

Baca Lainnya