• 0

Inter vs Lazio: Lima Duel Termenarik dari Mereka

Inter vs Lazio: Lima Duel Termenarik dari Mereka



Inter vs Lazio

Pemain Inter, Danilo D'Ambrosio, berusaha melewati hadangan Senad Lulic. (Foto: Marco Luzzani)
Kompetisi level teratas Italia, Serie A, bakal memasuki giornata ke-18 minggu ini. Dari beberapa pertandingan yang disajikan pada pekan ini, Internazionale vs Lazio menjadi laga yang paling layak ditunggu. Selain Internazionale dan Lazio sama-sama mulai menunjukkan grafik menanjak dalam dua pertandingan, keduanya juga anggota Il Sette Magnifico atau tujuh klub paling dominan di Italia dan sukses di Eropa pada dekade 1990-an.
Tak heran, perjalanan panjang yang sudah dilakoni membuat keduanya sering terlibat dalam pertandingan-pertandingan yang cukup menarik. Berikut beberapa laga seru yang melibatkan pertarungan keduanya.
Final Piala UEFA 1997/98 (Lazio 0-3 Inter)

Final UEFA Cup 1998 menjadi salah satu pertandingan paling menarik yang melibatkan kedua klub. Internazionale yang diisi oleh duet penyerang asing, Ronaldo dan Ivan Zamorano, menghadapi Lazio yang memiliki duet penyerang asal Italia, Pierluigi Casiraghi dan Roberto Mancini.
Harapan Sven-Goran Eriksson untuk melihat anak asuhnya menang di laga ini gagal jadi kenyataan setelah mereka kalah 0-3. Tiga gol kemenangan Inter dicetak oleh Ivan Zamorano pada menit kelima, Javier Zanetti menit ke-60, dan Ronaldo sepuluh menit kemudian. Gol Ronaldo ini menjadi penegasan bahwa ia memang layak diganjar penghargaan sebagai pemain terbaik turnamen.
Apa yang ditunjukkan oleh Ronaldo dalam pertandingan ini memang cukup luar biasa. Salah satu bek tengah Lazio yang bermain di laga tersebut, Alessandro Nesta, bahkan mengakui bahwa laga tersebut adalah pengalaman terburuk dalam karier sepak bola yang ia lakoni.
“Usai pertandingan, saya menonton rekaman video untuk mencari di mana kesalahan saya. Namun, pada akhirnya saya sadar bahwa kekalahan tersebut bukan kesalahan saya karena dia benar-benar bermain luar biasa,” tambah Nesta.
Final Coppa Italia 1999/00 (Inter 1-2 Lazio)

Lazio banyak belajar ketika kembali bertemu Internazionale dan Ronaldo-nya. Pada pertemuan pertama, Eriksson yang memiliki skuat lebih baik di pertandingan ini ketimbang di final UEFA Cup 1997/98, memerintahkan anak asuhnya menyerang sejak menit awal.
Pilihan Eriksson untuk menyerang sejak menit awal membuahkan hasil. Meski sempat ketinggalan 0-1 lewat gol Clarence Seedorf, Lazio berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan. Pavel Nedved dan Diego Simeone menjadi pahlawan Lazio setelah mencetak gol balasan pada menit ke-40 dan 52.
Mimpi Eriksson untuk membalas kekalahan dari Lazio di final UEFA Cup 1997/98, akhirnya benar-benar terwujud setelah Internazionale gagal mendapatkan kemenangan pada leg kedua.
Pengujung Musim 2002 (Lazio 4-2 Inter)

5 Mei 2002 menjadi tanggal yang tak akan pernah dilupakan oleh segenap skuat Inter musim tersebut. Pasalnya, pada tanggal tersebut, Internazionale yang hanya butuh satu angka untuk mendapatkan gelar juara Serie A Italia ke-14, justru kalah pada laga pamungkas.
Upaya Internazionale untuk mendapatkan gelar juara memang cukup ringan. Selain mendapatkan dukungan dari pendukung mereka, La Beneamata juga mendapat dukungan dari pendukung Lazio, yang tak rela gelar juara jatuh ke tangan Juventus atau AS Roma. Dua musuh besar Lazio tersebut saat itu hanya berjarak satu dan dua poin di belakang Internazionale.
Harapan Internazionale tampak akan terwujud setelah Christian Vieri mencetak gol pembuka pada menit ke-12. Pemilik Nerazzurri, Massimo Moratti, bahkan sempat terlihat tertawa di tribun merayakan gol yang dicetak oleh Vieri. Hal yang sama kembali terjadi setelah Luigi Di Biagio mencetak gol kedua bagi Inter usai Karel Poborsky menyamakan skor.
Senyum Moratti berubah menjadi kemarahan setelah melihat apa yang terjadi pada babak kedua. Lazio mampu mencetak tiga gol tambahan lewat Poborsky, Diego Simeone, dan Karel Poborsky. Gelar juara bagi Inter yang sudah di depan mata, pada akhirnya lenyap setelah Juventus dan Roma sama-sama mendapatkan tiga poin.
Putaran Pertama Serie A Italia 2002/03 (Lazio 3-3 Inter)

Kekalahan pahit di pertandingan terakhir musim 2001/02 menjadikan Lazio momok bagi Internazionale. Laga melawan Biancocelesti setelah itu seakan selalu berjalan sulit bagi rival sekota AC Milan tersebut.
Putaran pertama Serie A 2002/03 menjadi salah satu contohnya. Inkonsistensi Internazionale dalam beberapa pertandingan sebelumnya berhasil dimanfaatkan oleh Lazio. Baru berjalan 10 menit, Claudio Lopez mampu mencetak gol melalui titik putih. Tak lama, penyerang asal Argentina ini bahkan mencetak dua gol tambahan dan membuatnya mencatatkan hat-trick.
Gol ketiga Lopez membuat pelatih Internazionale, Hector Raul Cuper, tampak kesal. Tangannya mengisyaratkan anak-anaknya untuk tak peduli dengan pertahanan. Benar saja. Satu menit setelah gol terakhir Lopez, bek Lazio, Fernando Couto, membuat gol bunuh diri.
Apa yang dilakukan oleh Couto menjadi momentum bangkitnya Internazionale pada pertandingan tersebut. Pada babak kedua, pemain asal Turki, Emre Belozoglu mencetak dua gol tambahan dan menyelamatkan Internazionale dari kekalahan.
Putaran Kedua Serie A 2006/07 (Inter 4-3 Lazio)

Sepeninggal Juventus yang dipaksa turun ke Serie B, pada musim 2006/07 Internazionale seakan tak memiliki pesaing. Meski demikian, perlawanan berat selalu mereka dapatkan di musim tersebut. Salah satunya dari Lazio.Memiliki skuat yang tak begitu bagus, Lazio sukses memberikan perlawanan yang cukup seimbang di giornata ke-36 Serie A 2006/07. Internazionale bahkan baru berhasil mendapatkan tiga angka pada menit ke-85.
Di laga ini, Lazio memang tampil di luar dugaan. Baru lima menit pertandingan berjalan, Biancocelesti mampu unggul 0-2 lewat gol bunuh diri Marco Materazzi dan Massimo Mutarelli. Ekspemain Lazio, Hernan Crespo, mampu mencetak dua gol untuk Internazionale di pengujung babak pertama. Babak pertama akhirnya berakhir dengan skor 2-3 setelah Cristian Ledesma menambah gol bagi Lazio.
Pada babak kedua, segala cara yang dilakukan oleh Inter seakan mentok. Segala upaya Inter tampaknya tak akan berhasil membuahkan gol. Crespo akhirnya tampil sebagai pemecah kebuntuan lewat gol pada menit ke-81. Tak lama berselang, Marco Materazzi membalas gol bunuh diri yang ia buat lewat sundulan penentu kemenangan.

Sepak BolaLiga ItaliaLazioInter MilanSports

500

Baca Lainnya