• 0

Juventus vs AC Milan dan Hal-Hal yang Perlu Dibicarakan Darinya

Juventus vs AC Milan dan Hal-Hal yang Perlu Dibicarakan Darinya



AC Milan

Para pemain AC Milan merayakan gol Manuel Locatelli di belakang Gonzalo Higuain. (Foto: Marco Luzzani)
Setelah musim lalu dihelat di China, kali ini Piala Super Italia atau Supercoppa Italiana akan kembali ke jazirah Arab. Laga yang mempertemukan Juventus dengan AC Milan itu akan dihelat besok (23/12/2016) di Stadion Jassim bin Hamid, Doha, Qatar. Meski level prestisenya tak setinggi gelar Serie A maupun Coppa Italia, laga ini akan menjadi laga krusial bagi kedua tim. Bagi Milan, gelar Piala Super Italia ini amatlah penting. Pasalnya, klub yang sahamnya sebagian besar di miliki oleh Fininvest itu telah lima tahun puasa gelar. Ajang ini merupakan momentum untuk kembali meraih kejayaan. Sementara bagi Juventus, menjuarai Piala Super Italia tentu akan menegaskan dominasi mereka di tanah Italia.
Musim ini bisa dikatakan sebagai  periode kebangkitan bagi Milan. Dalam tiga musim sebelumnya, Milan selalu finis di papan tengah tetapi kini mereka mampu kembali bersaing di zona Eropa. Dibanding musim lalu, tim besutan Vincenzo Montella itu tampil lebih impresif. Jika pada musim lalu mereka hanya mampu meraup 28 angka dari delapan kemenangan, empat kali imbang dan lima kali kalah, kini mereka telah mengumpulkan 33 poin dari 10 kali menang, tiga kali imbang dan empat kali kalah. Kendati demikian, Milan belakangan ini sedang kesulitan meraih kemenangan. Mereka hanya mampu meraih satu poin dari dua laga terakhir.
Sementara itu, Si Nyonya Tua masih menunjukkan konsistensinya. Usai kalah 1-3 dari Genoa, mereka menyapu bersih empat laga sesudahnya. Alhasil, Juventus yang saat ini memimpin klasemen pun mampu menutup paruh pertama musim dengan keunggulan tujuh poin dari pesaing terdekatnya, AS Roma. Dari 17 laga yang telah dilalui, mereka hanya tiga kali menelan kekalahan.
Melihat rekor pertemuan, Juventus jauh lebih dominan. Dari 10 pertemuan di semua ajang, I Bianconeri selalu meraih kemenangan, kecuali di laga terakhir. Pada pertemuan bulan Oktober lalu, Milan berhasil unggul tipis 1-0 atas Juventus di San Siro. Gol semata wayang Manuel Locatelli sukses mematahkan rekor manis Juventus atas Milan.   
Lini Serang Milan yang Lebih Variatif
Lini serang Milan kini lebih variatif dan tak hanya bertumpu pada Carlos Bacca seorang. Penyumbang gol terbanyak bagi tim memang masih dipegang oleh pemain yang pernah berseragam Club Brugge itu, namun jumlahnya tak lagi dominan.
Musim lalu, Bacca benar-benar menjadi tumpuan yang dominan bagi lini depan Milan. 18 gol berhasil ia bukukan pada musim lalu untuk menjadikannya pencetak gol terbanyak klub. Persis di bawah Bacca, ada Giacomo Bonaventura dengan torehan enam gol. M'Baye Niang yang notabene berposisi sebagai penyerang hanya lima kali mengoyak jala lawan.

Suso

Pemain AC Milan Suso dalam sebuah laga Serie A Italia melawan Torino. (Foto: Marco Luzzani)
Meninggalkan pakem dua penyerang dan beralih ke formasi 4-3-3 membuat lini depan Milan lebih kreatif. Suso menjadi pemain yang paling berkembang di musim ini. Lima gol dan enam assist telah dibuatnya sejauh ini. Sementara, Gianluca Lapadula dan M'Baye Niang juga memberikan kontribusi dengan masing-masing 4 dan 3 gol. Bacca sendiri masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Milan dengan raihan 6 gol.
Absennya Bonucci dan Kebangkitan Rugani
Absennya Leandro Bonucci akibat cedera otot paha tak lantas membuat pertahanan Juventus rapuh. Daniel Rugani yang diplot sebagai penggantinya terbukti mampu menjaga kepercyaan yang diberikan Massimiliano Allegri.

Daniele Rugani

Bek Juventus, Daniele Rugani, menyundul bola ke gawang Dinamo Zagreb pada ajang Liga Champions Eropa. (Foto: Valerio Penincino)
Pemain yang sempat dipinjamkan ke Empoli itu selalu berada di starting eleven pada empat laga terakhir, termasuk di ajang Liga Champions saat berhadapan dengan Dinamo Zagreb. Bersama Rugani, Juventus sukses mencatatkan dua kali cleansheet.
Urusan build-up serangan melalui umpan, Rugani memang masih berada di bawah Bonucci. Berdasarkan data dari Squawka, Bonucci rata-rata melakukan 44,17 umpan ke depan per pertandingan, jauh lebih banyak daripada Rugani yang hanya melepaskan 34 umpan di setiap laganya.
Meski begitu, untuk urusan mencetak gol, Rugani lebih unggul. Pemain bertinggi 190 cm itu behasil menyarangkan dua gol yakni saat menghadapi Atalanta dan Dinamo Zagreb. Total sejauh ini pemain berusia 22 tahun itu telah mengoleksi tiga gol dari semua ajang. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dari kelima bek tengah yang dimiliki Juventus.
Ancaman Sisi Kanan
Pada pertemuan pertama Oktober lalu, Juve lebih sering menyerang melalui sisi kanan. Berdasarkan data dari Whoscored, 46% serangan dilancarkan dari sisi kanan, 29% dilakukan lewat tengah, dan 25% dialirkan dari sisi kiri. Dani Alves menjadi pemain yang paling banyak melepaskan umpan lambung dibandingkan rekan-rekan setimnya. Berdasarkan data Squawka, Alves melepaskan 13 kali crossing. Selain itu, ia juga berkontribusi untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya sebanyak enam kali.
Sayangnya, Alves terpaksa absen karena masih dibekap cedera. Allegri kemungkinan akan kembali memainkan formasi 4-3-3 untuk mengakali cederanya dua pilar pertahanan mereka. Stephan Lichtsteiner mengisi pos fullback kanan. Ekspemain Lazio itu juga rajin melakukan crossing di tiap laga. Dari tiga laga terakhir, rata-rata ia mengirimkan lima kali umpan lambung.

Mario Mandzukic & Gonzalo Higuain

Duet Mandzukic dan Higuain sudah menghasilkan lebih dari seperemat total gol Juventus musim ini. (Foto: Dino Panato)
Metode demikian tentu akan memanjakan Mario Mandzukic dan Gonzalo Higuain yang memiliki postur ideal. Keduanya telah menghasilkan 18 gol di Serie A dan Liga Champions. Selain itu, Juventus juga masih memiliki Paulo Dybala yang sewaktu-waktu bisa diturunkan sebagai sumber alternatif serangan.

SportsSepak BolaLiga ItaliaJuventusAC Milan

500

Baca Lainnya