• 1

Selamat Ulang Tahun, Paman Bergomi!

Selamat Ulang Tahun, Paman Bergomi!



Giuseppe Bergomi

Giuseppe Bergomi berduel dengan Andy Cole pada sebuah laga Liga Champions Eropa. (Foto: Stu Forster)
Keras, tanpa kompromi, dan berkumis! Dialah Giuseppe Bergomi, pemain bertahan kesayangan para Interista.
Sebagai putra asli kota Milan, Bergomi menghabiskan seluruh karier sepak bolanya bersama Inter. Pada usia 16 tahun, ia sudah mulai ikut berlatih bersama tim utama Inter, meski baru menjalani debut pada musim 1980/81. Tanpa butuh waktu lama, ia bisa langsung nyetel dan menjadi bagian tak tergantikan di lini belakang Inter.
Tampil impresif bersama Inter, pelatih Tim Nasional (Timnas) Italia kala itu, Enzo Bearzot, memanggil Bergomi yang baru berusia 19 tahun untuk bergabung bersama skuat Piala Dunia 1982. Awalnya, ia tidak diplot untuk menjadi pemain utama, tetapi penampilan apiknya kala menjadi pengganti Fulvio Collovati pada laga melawan Polandia membuatnya terus dipercaya untuk bermain hingga partai puncak.
Bergomi yang dijuluki Lo Zio (Sang Paman) karena alis dan kumisnya yang tebal ini tak pernah bermain untuk tim selain Inter. Sampai pensiun pada tahun 1999, Bergomi berhasil mencatatkan 758 penampilan. Rekor ini akhirnya hanya bisa dipecahkan oleh legenda Inter lain, Javier Zanetti, yang membukukan 100 penampilan lebih banyak. Sementara itu, untuk Timnas Italia, Bergomi berhasil menorehkan 81 caps plus koleksi 6 gol.
Sebagai seorang pemain bertahan, Bergomi dikenal sebagai sosok yang serbabisa. Pada awal-awal kariernya, ia kerap dimainkan sebagai bek kanan. Namun, seiring berjalannya waktu, pemain yang kini bekerja sebagai analis sepak bola di televisi ini lebih kerap menjadi bek tengah dan sweeper.
Selain dikenal sebagai sosok pemimpin, Giuseppe Bergomi juga dikenal sebagai salah satu pemain yang doyan bermain keras. Suratkabar Inggris, The Times, pernah menobatkan Bergomi sebagai satu dari "50 Pemain Terkeras dalam Sepak Bola" pada tahun 2007.
Tak hanya jago bertahan, Bergomi pun kerap terlibat dalam situasi menyerang. Kemampuan ofensifnya kerap ia tampilkan manakala ia diturunkan sebagai sweeper atau bek kanan.

Sebagai seorang one-club man, nama Bergomi memang lebih banyak dipuja oleh para fans Inter. Akan tetapi, rasanya sulit bagi penggemar sepak bola -- tak peduli klub apa yang didukung -- untuk tidak mengagumi sosok Bergomi. Namanya memang tidak sebesar Franco Baresi di Milan atau Gaetano Scirea di Juventus lantaran minimnya jumlah gelar yang ia kumpulkan bersama Inter. Selama hampir 20 tahun memperkuat La Beneamata, hanya ada enam gelar yang mampu dipersembahkan Bergomi. Bandingkan dengan Baresi yang mampu mengoleksi 18 gelar dalam kurun waktu yang kurang lebih sama, atau Scirea yang mendapat 14 trofi dalam 14 tahun.
Meski begitu, sepak bola memang tak melulu perkara trofi. Ada hal-hal seperti loyalitas dan komitmen yang terkadang bisa lebih berharga dari seluruh trofi yang mungkin diraih. Bergomi adalah satu dari sedikit pesepak bola yang memilih untuk bertahan di satu klub meski gelar kerap hanya jadi angan. Untuk itu, untuk semua yang pernah Bergomi lakukan untuk sepak bola, dan untuk usia yang bertambah satu pada hari ini, kami ucapkan selamat ulang tahun untuk Giuseppe Bergomi. Buon compleanno, Lo Zio!


SportsSepak BolaLiga ItaliaInter MilanGiuseppe Bergomi

500

Baca Lainnya