• 2

USER STORY

Win the 2nd Tourney: Game of Thrones Indonesia

Win the 2nd Tourney: Game of Thrones Indonesia


”When you play the Game of Thrones, you Win or you Die. There is no middle ground.” - Cersei Lannister

Kompetisi 'Tourney of Thrones'

Kompetisi 'Tourney of Thrones' (Foto: Okke. N. Oscar/kumparan)
Sabtu 3 Maret 2018 kemarin, tournament (tourney) gameboard kedua dari Game of Thrones Indonesia atau Tourney of Thrones berlangsung di markas Kumparan di Jati Padang Jakarta Selatan. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan seharusnya berakhir pada pukul 16.00 WIB berubah menjadi berakhir pada pukul 18.00 WIB di karenakan masih terjadi pertarungan sengit di salah satu boardgame.
Pada tourney kedua ini, saya berhasil menjadi juara pertama karena berhasil memenangkan 3 boardgame dari total 4 boardgame. Saya berhasil menang dalam permainan Risk, The Iron Thrones dan Cluedo: Game of Thrones namun kalah dalam permainan Monopoly: Game of Thrones (lebih tepatnya saya mengundurkan diri di tengah game karena bosan 😂). Padahal saat tourney yang pertama bulan Februari lalu, saya sama sekali tidak memenangkan salah satu boardgame. Dan akhirnya saya bisa membalaskan dendam saya di tourney kedua ini dengan memenangkan 3 boardgame sekaligus.
Hadiah juara pertama yang saya dapatkan dari tourney ini adalah sebuah Game of Thrones terjemahan Indonesia edisi terbaru. Jujur saya sangat menginginkannya, karena dari dulu saya berniat membeli novel ini namun belum terwujud dan sampai akhirnya malah mendapatkan novel ini secara gratis. Terimakasih banyak panitia dari Tourney of Thrones. 😁


Saya akan mengulas sedikit mengenai boardgame dalam Tourney of Thrones ini :
1. Risk : Game of Thrones
Boardgame favorite saya, sangat membuat ketagihan saat memainkannya. Boardgame ini adalah sebuah game adu strategi yang bisa dimainkan 5-7 orang, yang tujuan utamanya adalah memperebutkan untuk menguasai wilayah dengan menyerang atau bertahan dengan lawan. Mirip seperti Clash of Clans dengan skema permainan Catur. Risk bisa berdurasi 2 - 5 jam dan berakhir saat kartu Valar Morghulis keluar.
Dalam permainan ini, saya merasa beruntung karena bisa mendapat pion House of Stark, saya sangat menggemari keluarga Stark yang ber-sigil Direwolf / Serigala Raksasa. Sedari awal permainan saya menginginkan teritori wilayah The North di Westeros yang memiliki poin tertinggi dalam game. Namun karena Steven yang memainkan pion House of Baratheon juga sangat kuat dan menginginkan daerah utara juga, saya beraliansi dengan Chaca yang memainkan pion House of Targaryen. Saya membuat perjanjian dengan Mother of Dragons ini untuk membantu saya mengusai The North dan sebagai balasannya saya akan membantunya menguasai beberapa teritori wilayah di Essos. Steven ternyata juga membuat aliansi dengan Fauzi yang memakai House of Martell, ini sangat menyusahkan saya saat Rusa dan Tombak bersatu. Pada akhirnya saya berhasil mengusai wilayah Utara dan saya kemudian fokus membantu para Naga di Essos. Namun diluar dugaan aliansi Baratheon dan Martell memilih beraliansi lagi dengan House of Tyrell. Bergabungnya sang Mawar dalam aliansi mereka sangat merepotkan dan membuat saya menjadi fokus pada beberapa wilayah di Westeros. Saya gagal membantu beberapa wilayah Targaryen di Essos. saat kartu Valar Morghulis muncul dan permainan berakhir, klan Baratheon mampu menguasai beberapa wilayah di selatan Westeros dan beberapa Castle dan Port penting. Sedangkan Stark mampu menguasai Utara dan satu wilayah di Essos. Saya memenangkan Risk ini dengan skor tipis 31-30 dengan Steven dari Baratheon.
2. The Iron Thrones
Boardgame ini sangat lebih menjurus dalam politik dan kecerdikan. Permainan bisa dimainkan 3-5 orang dan berdurasi 1-2 jam. Inti dari permainan ini adalah membuat pemain lain membantu kita menyerang atau bertahan dari pemain lain, maka dari itu lobby-ing sangat berpengaruh untuk masuk dalam aliansi. Walaupun di tengah permainan para pemain bisa berkhianat atau meminta gencatan senjata saat pertempuran. Pemainan berhasil bila dia berhasil menyebarkan 5 Influence (Pengaruh) ke pemain lainnya, Influence bisa disebar setelah memenangkan pertempuran atau kedua belah pihak melakukan genjatan senjata.
Saya mendapatkan House of Tyrell, keluarga Mawar ini seperti benalu dan bergerak mengikuti arah angin (beraliansi dengan siapapun yang sedang di atas angin). Sekali lagi saya sangat beruntung, karena saat pemilihan House Leader saya mendapatkan Margaery atau Loras, kedua karakter tersebut sangat kuat karena Margaery memiliki kekuatan saat dia kalah karena diserang dia tetap bisa menyebar Influence dan Loras memiliki kekuatan saat dia menang dalam pertempuran dia bisa menyebar Influence tambahan. Akhirnya saya memilih Margaery untuk mengantisipasi ketika saya gagal bertempur saya masih tetap berpeluang menang.
Dengan skema politik sesuai keluarga Tyrell, yang seperti kutu loncat mengikuti arah angin. Saya bisa menghindari amukan Naga dari Daenerys, pemimpin Targaryen yang dalam permainan ini sangat powerfull karena mampu menggandakan kekuatan hingga berlipat-lipat. Dan saya bisa menghindari kekuatan licik dari Brandon Stark yang mampu mengintip kartu yang saya pakai untuk bertempur atau bertahan. Akhirnya saya memenangkan permainan ini juga setelah berkali-kali digagalkan untuk menyebarkan 1 Influence terakhir. 😙
3. Cluedo: Game of Thrones
Permainan ini adalah gabungan dari Clue dan Ludo. Bisa dimainkan 6 orang, berdurasi sekitar 2 jam dan berakhir ketika salah satu pemain mampu menebak seluruh kartu pembunuh. Bagi pecinta misteri dan detektif sangat disarankan untuk bermain ini karena permainan ini murni analisis. Intinya kita harus menebak Siapa-Dimana-Apa mengenai sang pembunuh. Pemain pertama yang berhasil menebak secara lengkap lah pemenangnya dan bila salah menebak akan langsung kalah, jadi berpikirlah cerdik.
Saya memenangkan permainan ini setelah berhasil menebak bahwa Ser Jaime Lannister adalah sang pembunuh dalam Kingsyard dengan menggunakan Arakh. Taktik yang saya gunakan adalah menyebarkan rumor palsu sehingga beberapa pemain terkecoh dan percaya bahwa itulah kasus pembunuhannya. Setelah Fajar, Fauzi dan Steven salah mengungkap kasus ini, saya berlomba dengan salah satu Game Maester (panitia) Lord Akbar Baelish untuk mengungkap kasus ini. Pada akhirnya saya juga memenangkan boardgame ketiga hari ini. (walaupun menurut claim Lord Akbar Baelish sendiri dia mengaku mengalah karena panitia dilarang menang dan dia mengaku sudah mengetahui kasusnya sejak 4 kali putaran permainan baru berlangsung, tapi entahlah 😏)
4. Monopoly: Game of Thrones
Kebanyakan orang sudah tahu permainan ini. Ya pasti kita pernah memainkannya entah saat kecil dulu atau dalam permainan online pada gadget. Inti permainannya sudah diketahui juga pasti, kita harus menjadi yang terkaya.
Saya kurang menyukai permainan ini karena menurut saya kurang seru, tidak ada tantangan sama sekali. Walaupun banyak peserta wanita yang menyukai gameboard ini, mungkin karena tidak terlalu menguras pikiran. Tapi karena justru tidak terlalu menguras pikiran saya menjadi bosan di tengah permainan dan akhirnya kabur, saya tidak melanjutkan permainan, haha. 😂
Begitulah cerita singkat saya setelah mengikuti Tourney of Thrones ini. Sekadar info Tournament ketiga akan diadakan pada tanggal 7 April 2018 bulan depan dengan tambahan 1 boardgame lagi. Wah sepertinya menarik ya! Saya berharap sih hadiah Tourney ketiga ini adalah lanjutan novel Game of Thrones yang saya dapatkan. 😅
Terima kasih kepada Game of Thrones Indonesia, Kumparan dan Fantasious. Sampai jumpa bulan depan.


Tourney of ThronesMilenialBoard GamesGame of ThronesGame

presentation
500

Baca Lainnya