kumparan
12 Sep 2019 15:19 WIB

Rahasia Puasa Yang Luar Biasa

Apakah anda ingin awet muda dan panjang umur? Bisa dipastikan, tanpa perlu survey pun, semua orang ingin tetap muda. Sejak zaman dahulu, setiap orang sudah sadar betapa berharganya awet muda. Awet muda tidak sekadar membuat kulit bebas keriput, tapi juga menjaga kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT
Banyak orang berlomba-lomba datang ke salon kecantikan atau ke dokter bedah plastik demi terlihat memikat dan awet muda meski harus merogoh ongkos banyak karena tak ingin ada kerutan di wajah. Padahal muda dan tua adalah sunnatullah yang harus dialami.
Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan, pembuluh darah yang terjaga kemudaannya dapat menghindarkan kita dari penyakit kronis seperti kanker, penyakit degeneratif, penyakit kardiovaskular, dan Alzheimer. Sebenarnya bagi yang ingin tetap awet muda, tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar jasa kecantikan atau untuk membeli produk kecantikan. Cukup dengan memanfaatkan puasa atau pembatasan asupan kalori.
Penundaan penuaan dapat dicapai dengan puasa atau membatasi asupan kalori. Bagian terpenting pada proses penuaan adalah menuanya vascular (sistem peredaran darah). Fungsi puasa (shaum) yaitu dapat menjadi perisai (benteng) dari penyakit-penyakit fisik yang menyerang tubuh manusia.
ADVERTISEMENT
Apakah sih pembatasan kalori? Pembatasan kalori disebut juga sebagai nutrisi yang optimal atau undernutrition tanpa malnutrition. Dengan kata lain diet dengan jumlah kalori 30% lebih rendah dari biasanya namun mengandung semua nutrien dan vitamin, mineral, asam lemak, dan asam amino esensial dalam diet restriksi kalori harus memadai.
Bagaimana pembatasan kalori melalui puasa? Pembatasan kalori sebanyak sekitar 20-40% yang dilakukan saat seseorang berpuasa, dinilai berdampak pada kemampuan pembelahan sel. Pada saat berpuasa terdapat kecenderungan untuk terjadinya penurunan berat badan dan kehilangan lapisan lemak tubuh.
Penurunan berat badan dan kehilangan lapisan lemak tubuh ini kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan jenis aktivitas selama puasa. Hal lainnya adalah berkurangnya masukan makanan, yaitu sebesar 30% dari jumlah masukan energi sebelum puasa.
ADVERTISEMENT
Dengan berpuasa, tidak mengonsumsi apapun dalam jangka waktu tertentu, maka kalori akan berkurang dan bisa menyebabkan menurunnya berat badan. Pembatasan kalori melalui puasa akan menurunkan asupan kalori dalam tubuh. Hal ini akan mempengaruhi jumlah kadar glukosa, lemak, dan asam amino dalam tubuh. Dengan berpuasa, tidak mengonsumsi apapun dalam jangka waktu tertentu, maka kalori akan berkurang.
Bagaimana pembatasan kalori dengan berpuasa bisa meningkatkan antioksidan? Pada intinya seseorang diminta untuk tidak makan berlebihan dan tidak makan hingga kekenyangan.
Apabila puasa dengan cara pembatasan kalori yaitu tidak berlebihan pada saat berbuka puasa, maka akan mengurangi jumlah asupan kalori perhari, sehingga dapat menurunkan reactive oxygen species (ROS) yang lebih sedikit yang merupakan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif dan kanker.
ADVERTISEMENT
Pengurangan konsumsi kalori saat puasa akan menyebabkan berkurangnya laju metabolisme energi sehingga konsumsi oksigen juga akan berkurang, dan ini bermanfaat terhadap penurunan produksi senyawa oksigen (ROS) yang bersifat toksik. Antioksidan merupakan zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Apabila oksidan menurun, maka antioksidan akan meningkat serta mengubahnya menjadi produk yang lebih stabil sehingga akan menurunkan produksi reactive oxygen species (ROS) yang akhirnya menurunkan stres oksidatif.
Puasa punya efek anti aging, meningkatkan metabolisme, dan menghasilkan antioksidan. Peningkatan produksi 44 jenis zat yang dihasilkan selama aktivitas metabolisme (metabolit). Sebanyak 3 jenis zat metabolit yaitu leucine, isoleucine, dan asam ophthalmic diketahui punya efek anti aging bagi tubuh. Metabolit ini penting untuk memelihara otot, punya efek awet muda, dan membantu umur panjang.
ADVERTISEMENT
Puasa dapat mengurangi atau menghentikan sementara proses-proses fisiologis atau metabolisme didalam tubuh kita, khususnya di saluran pencernaan. Penghentian proses metabolisme itu membawa empat rangkaian proses yang berdampak besar pada kesehatan. Apabila seseorang berpuasa, pertama ia akan membatasi jumlah makanan yang masuk dalam saluran pencernaan.
Kedua, ia juga telah menurunkan intensitas kerja sistem pencernaan. Ketiga, dengan turunnya intensitas kerja itu, turun pula keberadaan racun dari dalam tubuh, baik endotoksin (racun dari dalam tubuh sendiri) maupun eksotoksin (racun dari luar tubuh).
Keempat, berkurangnya bahan yang harus dicerna juga akan membuat tubuh kita tidak memaksakan diri untuk mengeluarkan hormon dan enzim pencernaan secara besar-besaran. Jika sebaliknya bila Anda tidak berpuasa? Yang pasti semua makanan yang masuk dalam tubuh harus dicerna. Mau tidak mau, kita akan memaksa organ pencernaan kita bekerja lebih keras.
ADVERTISEMENT
Apakah dengan meningkatknya antioksidan dapat membuat awet muda ? Sudah menjadi pemahaman umum di kalangan pakar, yang disebut awet muda pada dasarnya adalah proses penuaan dini yang dihambat. Di antara beberapa teori penuaan salah satu yang paling terkenal adalah teori radikal bebas yang muncul pada tahun 1950-an. Teori itu berbunyi," kalau di dalam tubuh kita banyak radikal bebas, maka radikal bebas itu secara seluler (bersifat sel) akan merusak dinding sel.
Perusakan dinding sel itu akan mempercepat penuaaan.” Puasa ampuh melindungi dinding sel. Dinding sel bisa dipertahankan karena radikal bebasnya tidak ada/dikurangi karena puasa, maka orang menjadi awet muda. Disatu sisi radikal bebas itu dipangkas, disisi lain musuh radikal bebas atau antioksidan ditingkatkan. Maka kita tak perlu heran lagi mengapa rajin berpuasa bisa bikin awet muda. Jadi, rajin-rajinlah berpuasa agar kita sehat dan awet muda.
ADVERTISEMENT
*Muliatul Jannah SST M Biomed (Dosen Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran Unissula & Instruktur Prenatal Yoga)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan