• 8

Donald Trump: Berantas ISIS Lebih Penting Dibanding Bujuk Assad Mundur

Donald Trump: Berantas ISIS Lebih Penting Dibanding Bujuk Assad Mundur



Presiden Terpilih AS Donald Trump

Donald Trump (Foto: Shannon Stapleton)
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengaku akan bekerja lebih erat dengan Rusia untuk memberantas ancaman teroris di Suriah, termasuk ISIS. Namun banyak sekutu AS di Eropa yang diam-diam prihatin atas langkah Trump ini, yang menurut mereka tidak akan bisa menghentikan konflik berdarah di negara tersebut.
Usaha diplomatik yang persuasif sangat penting untuk merebut kembali semua daerah di Kota Aleppo yang didukung oleh Rusia, Iran, dan milisi Syiah. Moskow dan Presiden Suriah Bashar al-Assad diharapkan mampu memukul pemberontak dari Aleppo.
Diharapkan, ini menjadi akhir dari pemberontakan terhadap Assad yang dimulai pada Maret 2011 lalu. Meski analis Barat memprediksi perang saudara yang menewaskan 300 ribu orang ini membuat setengah warga Suriah menjadi tunawisma akan berlangsung selama bertahun-tahun.

Presiden Suriah dan Presiden Rusia

Bashar al-Assad dan Vladimir Putin (Foto: Ria Novosti/Kremlin)
Salah satu diplomat barat yang diskusi dengan penasihat Trump mengatakan bahwa aliansi AS dengan Rusia dan Assad untuk menghancurkan ISIS akan jadi bumerang. Trump menegaskan mengalahkan ISIS lebih penting daripada membujuk Assad untuk mundur.
"Kepada pemerintahan Suriah yang baru (Donald Trump) mengatakan menghancurkan ISIS adalah prioritas. Tetapi kami sudah menjelaskan pandangan kami bahwa tanpa solusi politik di Suriah upaya itu sia-sia," kata seorang diplomat Perancis dilansir dari Reuters, Kamis (15/12).
Perancis merupakan negara yang jadi sasaran serangan ISIS. Negara-negara Barat takut bahwa konflik berkepanjangan akan memperburuk arus pengungsi massal yang berisiko disusupi kelompok radikal.

Kota Aleppo, Suriah

Kondisi Kota Aleppo terkini (Foto: REUTERS/via ReutersTV)
Solusi politik yang diusulkan negara-negara Barat adalah membentuk transisi dimana Assad akhirnya meninggalkan kekuasaan. Assad dari sekte minoritas Alawi tidak bisa mempersatukan Suriah dan meredam ekstremis setelah hampir enam tahun perang.
Dalam pidato publik yang jarang terjadi di London, Alex Younger, Kepala Badan Intelijen Inggris MI-6 mengatakan bahwa ancaman dari Suriah akan terus terjadi jika perang sipil di negara itu tidak diakhiri.
"Dan (konflik itu) harus diakhiri dengan cara mengakui kepentingan tidak hanya kelompok minoritas dan para pendukung internasional mereka," tegas Younger.

Breaking NewsDonald TrumpMedia SosialRegional

500

Baca Lainnya