• 0

HAM PBB: Penembakan di Aleppo Setelah Gencatan Senjata Adalah Kejahatan Perang

HAM PBB: Penembakan di Aleppo Setelah Gencatan Senjata Adalah Kejahatan Perang



Tentara Suriah di Aleppo

Tentara Suriah membawa senjata di Aleppo (Foto: Goran Tomasevic)
Kelompok oposisi Suriah mengatakan evakuasi terhadap daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo kembali dimulai pada Kamis pagi. Namun kelompok Hizbullah mengatakan gencatan senjata di daerah tersebut menghadapi masalah besar.
Hal ini menandai kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kesepakatan gencatan senjata ternodai pada hari Rabu (14/12) lantaran adanya pertempuran baru di beberapa bagian kota tersebut.
Iran, salah satu pendukung utama Assad telah memberlakukan syarat baru untuk pelaksanaan evakuasi. Iran, dilansir dari Reuters, Kamis (15/12) ingin evakuasi masyarakat yang terluka di dua desa secara berturut-turut yang saat ini dikepung pemberontak.

Konflik di Aleppo, Suriah

Konflik di Aleppo, Suriah (Foto: Reuters/Omar Sanadiki)
Namun para pejabat menyampaikan, pemberontak sepakat mengevakuasi korban luka dari desa-desa Syiah di Provinsi Idlib terlebih dahulu. Sementara untuk Aleppo akan berjalan seperti yang direncanakan sebelumnya.
"Dalam beberapa jam mendatang, pelaksanaan evakuasi akan dimulai," kata Abdul Salam Abdul Razak, seorang juru bicara militer untuk kelompok pemberontak Nour al-Din al Zinki.
Seorang pejabat dari kelompok pemberontak Jabha Shamiya menyampaikan pelaksanaan (evakuasi) akan dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat atau 04.00 GMT Pada hari Kamis. Akan ada 1.000 orang pertama yang terluka yang akan meninggalkan Aleppo timur.
Evakuasi sudah harus selesai dalam waktu tiga hari. Evakuasi ini tidak secara terang menjelaskan kesepakatan yang dicapai antara militer, Hizbullah dan sekutu pemerintah.
"Negosiasi ini memikirkan hal ke depan, mengingat ketegangan di lini depan," lanjutnya.

Presiden Suriah dan Presiden Rusia

Bashar al-Assad dan Vladimir Putin (Foto: Ria Novosti/Kremlin)
Gencatan senjata ini ditengahi oleh Rusia yang merupakan sekutu paling kuat Assad dan pemerintah Turki yang menyokong kelompok oposisi.
Namun evakuasi yang seharusnya tidak menimbulkan kegaduhan malah membuat meletusnya tembakan di Kota Aleppo. Turki pun menuduh pasukan pemerintah yang melakukan hal itu dan melanggar gencatan senjata.
Penembakan ini menewaskan enam orang, Komisaris Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad al Hussein menegaskan bahwa hal ini jelas merupakan kejahatan perang. Akibat kejadian ini, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembicaraan telepon sepakat membuat upaya damai bersama.
Sesaat sebelum kesepakatan baru diumumkan, bentrokan kembali terjadi di Aleppo. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan saat ini pemberontak menguasai sebuah daerah yang luasnya hanya 2,5 Km persegi atau 1 mil persegi.

Breaking NewsRegionalMedia SosialPolitikAleppo

500

Baca Lainnya