Lampu Mulai Menyala di 'Hotel Malapetaka' Korut yang Mati Suri
15 December 2016 14:40 WIB
0
0

Hotel Ryugyong di Pyongyang, Korea UtaraHotel Ryugyong di Pyongyang, Korea Utara (Foto:Screenshoot Youtube)
Lampu mulai menyala di beberapa ruangan Hotel Ryugyong di Pyongyang, Korea Utara. Peristiwa ini mengejutkan banyak orang yang mengira hotel itu telah lama mati dan diabaikan.
Dalam video ekslusif yang dirilis oleh NK News, Kamis (15/12) ini menjadi tanda-tanda adanya jaringan listrik di gedung dengan struktur ikonik itu.
Sebelumnya tiang telekomunikasi juga telah ditambahkan pada tahun 2011. Tiga kamar dengan penyinaran lampu seperti terlihat di video berada di dua lantai paling atas gedung yang memiliki 105 lantai itu.
Lampu tersebut menunjukan koneksi listrik yang stabil meski berada di titik gedung paling tinggi. Salah satu pengunjung mengatakan kepada NK Pro, sebuah jet pribadi milik Oroscom, pemegang saham mayoritas perusahaan telekomunikasi Koryolink, mengunjungi Pyongyang pekan ini.
Kemungkinan jet tersebut membawa CEO Orascom asal Mesir Naguib Sawiris yang diperkirakan akan membahas masa depan bangunan hotel tersebut. "Rupanya dia ada di sana untuk berkunjung ke Ryugyong untuk melakukan pekerjaan di tempat itu lagi," kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Hotel Ryugyong di Pyongyang, Korea UtaraHotel Ryugyong di Pyongyang, Korea Utara (Foto:Screenshoot Youtube)
Untuk bisa memiliki saham Koryolink pada 2008, Oroscom diwajibkan membuat panel jendela di struktur beton Ryugyong. Diduga, perusahaan ini menghabiskan jutaan dolar untuk membangun hotel ini. Akan tetapi foto yang dirilis oleh Koryo Tours, sebuah agen wisata yang berbasis di Beijing pada tahun 2012 menunjukan struktur bangunan itu masih kosong.
"Saya sangat terkejut melihat puncak Ryugyong menyala," kata Peter Ward seorang peneliti Korut yang berbasis di Seoul, Korea Selatan.
"Mungkin Orascom menambahkan sesuatu pada kaca bangunan. Faktanya, mereka telah menambah cahaya yang menarik dan sedikit membingungkan," lanjutnya.

Bendera Korea UtaraBendera Korea Utara (Foto:Screenshot Youtube)
Salah satu perusahaan hotel mewah Kempinski mengumumkan pada tahun 2012 lalu akan membuka hotel kecil di atas bangunan. Tetapi hal itu dibatalkan di tahun 2013.
Para pejabat Korut sebelumnya mengklaim bangunan itu akan berisi restoran utama negara, apartemen, hotel, dan juga fasilitas bisnis.
Hotel Ryugyong merupakan gedung pencakar langit dan terkenal dengan nama 105 Building, sesuai jumlah lantainya. Pembangunan dimulai tahun 1987, namun berhenti pada tahun 1992 karena Korut mengalami krisis ekonomi setelah Uni Soviet bubar.
Setelah tahun 1992, gedung ini berdiri dengan atap namun tidak memiliki jendela atau pelengkap interior. Lalu tahun 2008, pembangunan kembali dilanjutkan. Tahun 2012, bagian eksteriornya selesai dipasang dan pembukaan hotel ini sempat dijadwalkan beberapa kali tetapi terus ditunda.
Hotel Ryugyong telah menjadi bahan cemoohan oleh media internasional. Hotel ini dijuluki sebagai 'bangunan terburuk dalam sejarah umat manusia' dan 'Hotel Kiamat' karena bentuknya yang unik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: