• 2

Pemerintah Korsel Cegah Penyelidikan Dugaan Korupsi Presiden di Istana

Pemerintah Korsel Cegah Penyelidikan Dugaan Korupsi Presiden di Istana



Park Geun-hye dan blue house

Blue House dengan latar depan LCD bergambar Presiden Korsel Park Geun-hye saat berpidato. (Foto: Kim Do-hoon/Yonhap via REUTERS)
Penyelidik dari parlemen dicegah masuk Istana Korea Selatan untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi yang melibatkan Presiden Park Geun-hye.
Menurut salah seorang pejabat Istana Presiden Korsel atau Blue House, para penyelidik tidak bisa memasuki tempat itu dengan alasan keamanan nasional.
"Mereka (parlemen) tidak bisa memasuki Blue House," kata seorang pejabat Blue House yang enggan menyebut nama kepada wartawan.
"Kami saat ini sedang dalam pembicaraan untuk memastikan tempat bertemu dengan parlemen jika mereka ingin mengadakan inspeksi," lanjut dia.

Park Geun-hye

Presiden Korsel Park Geun-hye diminta mundur dari jabatannya karena diduga melakukan korupsi. (Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS)
Blue House saat ini tunduk kepada Mahkamah Konstitusi setelah pekan lalu parlemen memutuskan memakzulkan Park. Pengadilan saat ini mempunyai 180 hari untuk memutuskan apakah benar Presiden Park dimakzulkan atau membatalkan pemakzulan tersebut.
Saat ini Park masing menjadi presiden Korsel, namun kekuasaannya telah dilucuti dan kepemimpinan sementara dipegang oleh Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn.
Park dituduh menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan penipuan dalam kasus yang melibatkan sahabatnya Choi Soon-sil yang saat ini ditahan.
Choi dituding memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Park untuk menekan para konglomerat untuk memberikan donasi amal, tetapi sebenarnya ia gunakan untuk kepentingan pribadi.
Pada kesempatan yang sama, pejabat Blue House juga membantah meminta Badan Intelijen Korea untuk memata-matai hakim termasuk hakim agung dari Mahkamah Agung. "Blue House tidak pernah meminta Badan Intelijen Korea untuk memata-matai siapa pun dan itu sesuatu yang tak harus terjadi," ungkapnya.
Juru Bicara Kejaksaan Korea, Lee Kyu-chul kepada wartawan menjelaskan sedang mencari dasar hukum yang memungkinkan parlemen memasuki Blue House. Presiden Park memiliki kekebalan saat berada di Istana Kepresidenan, namun risiko besar harus ia hadapi ketika keluar dari istana.
Hingga saat ini, Presiden Park menolak untuk mengundurkan diri. Walau rakyat Korsel masih berkumpul di jalan-jalan meminta Park mundur.

KorupsiMedia SosialBreaking NewsRegional

500

Baca Lainnya