RI Dukung Resolusi DK PBB Soal Pemukiman Ilegal Israel di Palestina
24 December 2016 19:13 WIB
0
0

Barack ObamaPresiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama (Foto:Carlos Barria/Reuters)
Pemerintah Indonesia menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB soal permukiman ilegal warga Yahudi di Palestina. Indonesia juga mengapresiasi Amerika Serikat yang tidak melakukan veto terhadap resolusi tersebut.
Menurut Pemerintah Indonesia dalam rilis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (24/12), hal ini sejalan dengan Piagam PBB untuk perdamaian dan keamanan internasional. Disahkannya resolusi tersebut kembali menegaskan bahwa pembangunan permukiman ilegal di wilayah Palestina tak memiliki legalitas hukum.
Hal ini merupakan pelanggaran serius hukum internasional. Pembangunan ini juga menghambat terciptanya solusi antara kedua negara serta perdamaian yang komperhensif.
Pengesahan resolusi ini menurut Pemerintah Indonesia sangat tepat waktu. Karena perhatian internasional saat ini bergeser dari masalah proses perdamaian Palestina dan Israel.
"Diharapkan semua negara anggota PBB dapat mempertahankan kelangsungan 'two state solution' sebagai salah satu penyelesaian konflik kedua negara. Pemerintah pun berharap agar momen ini digunakan sebaik-baiknya oleh kedua negara," ujar Kemlu dalam pernyataannya.
Indonesia menjadi negara terdepan yang mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Hal ini karena sejalan dengan mandat pembukaan UUD 1945.

Presiden Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Barack ObamaPresiden Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto:Reuters/Kevin Lamarque/File Photo)
AS abstain dalam voting resolusi Dewan Keamanan PBB pada Jumat (23/12) yang menyatakan Israel harus "menghentikan seluruhnya dan dengan segera aktivitas pembangunan di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur", karna dianggap "tidak memiliki validitas hukum dan pelanggaran hukum internasional."
Ada 14 dari 15 negara DK PBB yang mendukung resolusi itu. Satu negara, AS, abstain. AS juga tidak turun tangan menjegal resolusi itu dengan melancarkan veto. Sebagai 1 dari 5 negara anggota tetap DK PBB, AS punya hak veto.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentu saja kebakaran jenggot. "Israel menolak resolusi anti-Israel yang memalukan di PBB ini dan tidak akan mematuhinya," kata dia.
Obama bergeming dengan keputusannya untuk tidak mendukung Israel. Bahkan ketika muncul desakan untuk veto dari anggota parlemen, baik dari Demokrat dan Republik, Obama tetap cuek.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: