• 2

Rusia 'Kandangkan' Semua Pesawat Tu-154 Setelah Kecelakaan

Rusia 'Kandangkan' Semua Pesawat Tu-154 Setelah Kecelakaan



Tupolev Tu-154 di Bandara Militer Chkalovsky, Moskow

Tupolev Tu-154 di Bandara Militer Chkalovsky, Moskow (Foto: Dmitry Petrochenko/REUTERS)
Rusia memasukkan pesawat Tupolev-154 ke dalam 'kandang' setelah pesawat era-Soviet itu dianggap terlalu tua. Pesawat jenis ini sebelumnya mengalami kecelakaan di Laut Hitam, menewaskan 92 penumpang dan kru.
Diberitakan Reuters, Selasa (27/12), pesawat itu telah digunakan untuk penerbangan sipil dan militer Rusia selama 53 tahun. Tupolev atau Tu-154 memiliki nama Rusia, Туполев Ty-154. NATO menyebut pesawat ini dengan kode "Careless".
Pesawat ini dikembangkan sejak tahun 1963 oleh perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Rusia, Tupolev, yang berkantor di Distrik Basmanny, Okrug, Kota Moskow.
Nama ini diambil dari Andrei Nikolayevich Tupolev, sosok desainer perintis pesawat-pesawat Uni Soviet. Pesawat Tupolev pertama kali diterbangkan pada 3 Oktober 1968 oleh pilot bernama U.V.Suhov.

Andrei Tupolev

Andrei Tupolev, perancang pesawat Uni Soviet. (Foto: Wikimedia)
Pesawat ini pada Minggu lalu digunakan untuk mengantar tentara, anggota paduan suara dan wartawan ke pangkalan udara Rusia di Suriah. Pesawat jatuh di Laut Hitam, menewaskan seluruh penumpang dan kru.
Departemen Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pihak berwenang telah menemukan kotak hitam dari pesawat yang jatuh. Sejauh ini baru 12 jenazah korban yang ditemukan di laut.
Sekitar 45 kapal, 15 drone bawah lau, 192 penyelam, 12 pesawat dan 5 helikopter dikerahkan untuk pencarian korban tewas dan pecahan pesawat lainnya.
Penyidik masih belum mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, insiden itu terjadi akibat kesalahan teknis. Para pengamat tidak menafikan adanya dugaan serangan teror dalam kasus ini.

Breaking NewsRusiaKecelakaanPesawat Rusia JatuhInternasional

500

Baca Lainnya